Abaikan Prokes, Pemandian Dogi Waterpark Indrapura Ditutup Polres Batu Bara

Share it:



Batu Bara, JournalisNews.com - Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH MH bersama gugus tugas dan personil Polres Batu Bara langsung menutup wahana pemandian Dogi Water Park yang ada di Kota Indrapura Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. 

Pasalnya, Kapolres Batu Bara dan gugus tugas sudah memperingatkan kepada seluruh para pemilik tempat usaha hiburan dan pemandian atau pun wisata, agar mematuhi undang undang dan himbauan pemerintah tentang Protokol Kesehatan dan batasan batasan yang sudah ditentukan Pemerintah Republik Indonesia dan Kabupaten Batu Bara, menetralisir pengunjung serta membatasi maksimal paling banyak 50 % saja. 

Namun yang terjadi sebaliknya pada salah satu tempat pemandian terbesar di Kota Indrapura ini sangat mengabaikan anjuran pemerintah dan melanggar Prokes dengan kapasitas yang melebihi yang dianjurkan hanya 500 orang namun di lokasi pemandian pengunjungnya mencapai 1200 orang lebih, hingga para pengunjung yang ada di dalam harus menyewa tikar dan duduk di halaman sembarangan tempat. 

Mirisnya lagi tempat wahana pemandian yang harusnya menyediakan perlengkapan kebersihan dan steril dari kesehatan pengunjung diwajibkan membeli masker dan handsanitaizer sebesar Rp8.000 itu belum termasuk uang masuk yang mencekik leher para pengunjung.

Pengunjung yang datang dari luar daerah mau tidak mau harus membayar karena dari mulai hari besar libur Idul Fitri water park ini pun sudah buka semetara larangan saat itu sudah di tegaskan Polres Batu Bara dan Gugus Tugas Pemkab Batu Bara.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan SH MH yang memimpin langsung Operasi Yustisi Gabungan Gugus Tugas dan Polres Batu Bara didampingi Kabag Ops Kompol Hendry Barus S.I.K dan para kasat tersebut berinisiatif untuk menutup sementara wahana yang terkenal tersebut.

"Saya akan memproses secara hukum tempat ini dan akan mencabut izin usahanya atas tindakannya yang melanggar aturan pemerintah serta dengan sengaja menimbulkan pelanggaran Prokes dengan kerumunan masal tanpa mengindahkan batas yang ditentukan pemerintah daerah, karena tergiur dengan pendapatan yang berlebih, semua tempat wisata dan hiburan akan kita proses apa bila melakukan dan tidak mematuhi larangan pemerintah tentang protokol kesehatan,”ujar Kapolres.




Saat dikonfirmasi awak media salah seorang pengunjung yang merasa kesal kepada pengusaha tempat pemandian mengatakan,"awalnya kami sudah melihat kepadatan di dalam lokasi pemandian ini, namun ada karyawan pemandian yang menyuruh kami masuk saja di dalam masih banyak tempat dan aman, tidak ada larangan Polisi, "semua aman”.

Terpengaruh dengan ucapan para karyawan yang ada di sekitar pemandian kolam Dogi Water Park, kami akhirnya masuk dengan harus membayar mahal sebesar 25.000 perorang  sebanyak 10 orang jadinya 250 ribu. Ujarnya.

Setelah kami masuk dan tak kedapatan tempat akhirnya kami pun ikut orang-orang banyak yang duduk di pelataran dengan menyewa tikar lagi, eh baru saja kami mau mandi sudah disuruh Bubar oleh Pak Polisi dan kami kesal meminta uang kami kembali namun mereka para pengusaha tempat tidak mau mengembalikan uang kami,”ungkapnya dengan nada kesal.

Setelah proses dilakukan wahana tempat pemandian terbesar yang ada di Kota Indrapura ini pun akhirnya dilakukan penutupan dengan ditandai Police Line oleh Kapolres dan Gugus Tugas yang bertugas dalam Operasi Yustisi pada Rabu, (26/5/2021) sore. (Dani)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: