Pelaku Daur Ulang Alat Swab Antigen Bekas Pakai,Diancam Undang-Undang Kesehatan Dan Perlindungan Konsumen

Share it:


Medan, JournalisNews.com -
Team penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut berhasil sukses membongkar perlakuan curang 5 oknum karyawan Kimia Farma prihal alat Swab tes daur ulang yang telah banyak merugikan masyarakat di Bandara Kuala Namu (KNA) Internasional Airport,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara.

Team penyidik yang dipimpin oleh AKBP Reinhard Nainggolan SH,SIK,MM selaku Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus bersama para Kanit dan personil. berdasarkan surat perintah tugas No: Sprin-gas/618/IV/Ditreskrimsus (26/04/2021), melakukan pengecekan ke lokasi penggunaan Stick Brus Swab Tes/Antigen daur ulang di lantai M gedung Bandara Kuala Namu Internasional Airport.

Cutton buts swab antigen bekas dibawa oleh pelaku SR selaku kurir di Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di jalan R.A.Kartini 1 Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Sumatera Utara, selasa (27/042021) sekira pukul 15.00 Wib.

Palaku diamankan dipintu masuk Bandara Internasional Kuala Namu.dari tangan pelaku diamankan pada saat itu,Cutton Buts Swab antigen bekas yang disimpan dalam pelastik dan uang tunai dari hasil Sweb tes di Bandara Kuala Namu sebanyak 28.350.000 ( dua puluh delapan juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) untuk di bawa ke Laboratorium Kimia Farma.

Selanjutnya team Subdit IV melanjutkan pergerakan ke lokasi Swab tes yang berada dilantai M gedung Bandara Internasional Airport Kuala Namu yang dijadikan tempat penggunaan Catton Buts Swab Antigen yang dibawa pelaku SR dan mengamankan pekerja Laboratorium Kimia Farma.


Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi bahwa penggunaan Cutton Buts Swab Antigen bekas tersebut di mulai di lakukan oleh karyawan Laboratorium Kimia Farma sejak 17 Desember 2020,pelaku PM selaku Brent Manager yang menyuruh melakukan pendaur ulangan Cuntton Buts Swab bekas tersebut kepada SR selaku kurir Depijaya (kurir Laboratorium).

"Rata-rata pasien yang diswab dibandara kuala namu sekitar 250 orang,namun yang dilaporkan adalah 100 orang,kemudian sisa nya 150 orang pasien merupakan keuntungan yang didapatkan PM dari hasil Swab Antigen bekas yang di bawa pelaku SR ke PM sekitar 30.000.000 (tiga puluh juta) dan akan digunakan untuk lembur karyawan Laboratorium Kimia Farma,"jelas Kapoldasu.

Selanjudnya team Subdit IV yang dipimpin AKBP Reinhard Nainggolan SH,SIK,MM melakukan melakukan pra rekontruksi disaksikan PM selaku Brent Manager, Security Laboratorium Kimia Farma dan pihak Kepling X,Lurah Madras Hulu serta pekerja Laboratorium Kimia Farma.

"Dari hasil pra rekontruksi maka pelaku 5 orang berhasil diamankan dengan peran masing -masing PM (45) SR (19) DJ (20) M (30) dan R (21) tahun. Praktek swab antigen bekas berjalan dari desember 2020 dapat diperkirakan meraup keuntungan miliyan rupiah.uang yang disita sebanyak 149.000.000 (seratus empat puluh sembilan juta),"sebut Kapoldasu lagi.

Konferensi pers yang dilaksanakan di halaman Mapoldasu langsung di pimpin Kapolda Sumut Irjen Pol.Drs.R.Z Panca Putra Simanjuntak.Msi bersama dengan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasaninddin,S,IP,MM menjelaskan.

Masih kata Kapoldasu,dari hasil penyidikan yang dilakukan,ke 5 pelaku ditetapkan sebagai tersangka.Modus pelaku dengan mendaur Stick Swab Tes Antigen yang telah digunakan dengan cara mencucinya untuk digunakan kembali di Bandara.Dalam sehari Stick daur ulang dapat digunakan 100 sampai 150 orang masyarakat yang melakukan penerbangan.Seharusnya Stick tersebut dipatahkan setelah digunakan,tapi dibersihkan dan dikemas kembali untuk digunakan,kasusnya masih kita kembangkan terus.

"Pasal yang dilanggar para pelaku yaitu pasal 98 ayat 3 jo 196 Undang -Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 8 huruf (b), (d),dan (e) jo pasal 62 ayat (1) Undang-Undang No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,dengan ancama pidana di atas 15 tahun,"pungkasnya.


(Abdul Halil)

Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: