DPRD Medan Tegaskan Jangan Ada Lagi Satwa yang Lepas

Share it:
Medan, JournalisNews.com - Ketua Komisi III DPRD Medan, M.Afri Rizki Lubis, menyesalkan peristiwa lepasnya Siti dari Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) pada Selasa (30/3/2021) lalu.

Siti sendiri merupakan seekor Gajah koleksi Medan Zoo, ia telah menjadi penghuni Medan Zoo selama 15 tahun terakhir. Atas kejadian itu, Rizki pun menilai hal tersebut sebagai bentuk kelalaian PD Pembangunan Kota Medan sebagai pengelola Medan Zoo.

“Jujur saja kita prihatin dengan insiden ini. Harusnya Medan Zoo lebih serius dalam memelihara, merawat dan mengawasi setiap koleksi (satwa) yang ada disana. Apalagi hewan besar seperti gajah ini, harusnya tidak boleh luput dari perhatian,” ujar Rizki kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Untuk itu, Rizki mengaku akan meminta PD Pembangunan Kota Medan selaku counterpartnya di Komisi III agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Hal itu bukan hanya berlaku untuk satwa Gajah yang ada disana, tetapi untuk semua jenis koleksi satwa yang ada di Medan Zoo. Selain menjaganya agar tidak lagi terlepas ke lingkungan warga, PD Pembangunan juga diminta untuk memperhatikan secara baik kondisi kesehatan semua satwa yang ada disana.

“Kita minta jangan lagi ada (satwa) yang lepas, apalagi sampai merugikan masyarakat. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dengan warga, kita minta PD Pembangunan untuk betul-betul serius dalam memelihara semua satwa yang ada di Medan Zoo. Saling berkolaborasi lah satu sama lain, untuk kemajuan Medan Zoo itu sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seekor Gajah betina bernama Siti yang merupakan salah satu satwa koleksi Medan Zoo, luput dari pengawasan pihak pengelola, sehingga gajah masuk ke perkebunan milik warga sekitar. Belakangan, hewan berbelalai panjang dengan usia 58 tahun dan berat 3 ton itu diketahui masuk ke kebun warga karena terlepas dari ikatannya.

Kepada wartawan, Kepala urusan Kesehatan Hewan dan Konservasi Medan Zoo, drh Yona Dumaica, menuturkan jika Siti masuk ke ladang warga yang berjarak sekitar 50 meter dari pinggiran sungai, tempat biasanya Siti mandi.

“Ikatannya lepas. Gajah kan suka jalan, biasanya dia main di pinggiran sungai, tempat dia mandi, maka jalannya ke situ (kebun warga). Kebetulan di areal kita ada ladang warga dan di ladang warga itu mungkin ada buah lain yang ditemukannya, jadi dia (Siti) masuk ke ladang warga,” kata Yona Dumaica, Rabu (31/3/2021).

Ia menjelaskan, pihak pengamanan (sekuriti) Medan Zoo baru mengetahui bahwa Siti tidak ada di kandangnya pada pagi hari. Setelah dilakukan pencarian, Gajah pun ditemukan di ladang masyarakat sekitar, proses evakuasinya pun berlangsung cukup cepat.

Sebelumnya viral di media sosial, akun facebook milik Debora Simalango yang mengunggah video pendek yang sedang memperlihatkan seekor gajah berkeliaran di perladangan warga tak jauh dari permukiman. Video tersebut berdurasi 30 detik. (Halil)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: