Tim Kuasa Hukum EPZA Lakukan Pendampingan Terhadap Ketua KSU

Share it:


Medan, JournalisNews.com -
Ahmad Rajani SH, tim kuasa hukum dari Kantor Eka Putra Zakran & Associates (EPZA) hari ini kembali pemdampingan hukum terhadap iklien di Polres Pasaman Barat. Pendampingan dilakukan kepada Ketua Koperasi Usaha (KSU) Serumpun Sdr. Sarman Lubis yang bertindak dalam kedudukannya sebagai Saksi, berdasarkan surat permintaan keterangan yang diterbitkan oleh Polres Pasaman Barat bernomor: B/386/III/2021/Reskrim. Hal itu disampaikan Ahmad Rajani atau akarab dipanggil Rajani di Simpang Empat, Selasa (16/3/2021).


Kepada wartawan, Rajani menyampaikan bahwa pendampingan kali ini penting dilakukan, karena ingin memastikan agar pemeriksaan terhadap kliennya Sdr. Sarman Lubis berjalan lancar dan dapat memberikan keterangan yang akurat, faktual dan objektif tanpa ada arahan atau pesanan tertentu dari pihak manapun, ujar Rajani.

Pokoknya kita ndak mau klien kita diperiksa tanpa didampingi oleh penasehat hukum, itu makanya hari ini kita turun ke Simpang Empat guna memastikan agar semua proses pemeriksaan berjalan lancar sesuai fakta-fakta yang ada, sehingga fokus dan tidak mengambang.

Persoalan yang terjadi saat ini di wilayah hukum Polres Pasaman Barat, khususnya masalah Kelompok Tani (Poktan) Silayang Koru Sejahtera (SKS), Rura Binje dan Paroman Bulu Tolang yang merupakan mitra usaha KSU Serumpun dalam membangun perkebunan di Tanah Ulayat Silayang Mudik, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat.

Konteks pendampingan dalam kasus Poktan di Silayang Mudik, bukan hanya sebatas urusan kepentingan hubungan antara Penasehat Hukum dengan klien tapi juga menjadi perhatian khusus buat Kantor Hukum EPZA itu pesan Direktur EPZA katanya. 

Masih menurut Rajani, Kantor Hukum EPZA berkepentingan untuk menyelesaiakan permasalahan hukum, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat. Perlu saya tegaskan, baik saya maupun Direktur EPZA Bpk Eka Putra Zakran, SH Pasbar ini merupakan tanah kelahirannya, makanya kami serius membela masyarakat disini, ndak kan mungkin kami biarkan ah, karena mereka semua sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga kami, jadi baik saya maupun pak Epza ndak mungkin membiarkan mereka bermasalah, apalagi kalau permasalahan mereka nantinya sampai berlarut-larut, tutup Rajani.

Sarman Lubis, menyampaikan kehadirannya dalam pemeriksaan perkara adalah sebagai bentuk kepatuhan pada surat panggilan polisi. Pokoknya saya kooperatif agar semua proses dalam perkara Poktan ini menjadi terang benderang.

"Disini saya juga mengucapkan terima kasih kepada Penasehat Hukum saya dari Medan. Harapan saya semoga permasalahan di Jorong Silayang Mudik cepat selesai," tutup Sarman Lubis.



(Abd Halil/EPZA)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: