Terjun ke Sungai Saat Ingin Ditangkap Polisi,Pelaku Curanmor Ditemukan Tewas

Share it:


Pematangsiantar, JournalisNews.com -
 Ferel Cristiano Siahaan alias Tian (33) warga Jalan Perapat Kecamatan Siantar Marimbun Kota Pematangsiantar ditemukan tewas setelah sebelumnya menceburkan diri (terjun-red) ke sungai Bahbolon karena diduga panik saat ingin ditangkap petugas Jatanras Sat Reskrim Polres Pematangsiantar terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor),Senin (15/32021) sekira pukul 15.10 Wib.


Diperoleh informasi JournalisNews.com dari Kepala Kepolisian Resor Pematangsiantar Polda Sumut AKBP Boy Sutan Binanga Siregar,SIK melalui Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Kristo Tamba,SH.SIK.MIK menjelaskan penangkap pelaku Curanmor Ferel Cristiano Siahaan alias Tian berdasarkan Laporan polisi LP/166/lll/2021/SU/STR tanggal 16 Maret 2021 Pelapor An. Ahmad Arbai dan berdasrkan Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin.gas / 180 / III / 2021 / Reskrim tanggal 19 Maret 2021 serta berdasarkan Surat Perintah Penangkapan nomor : SP. Kap / 35 / III / 2021 / Reskrim tanggal 19 Maret 2021.Dengan pelapor atas nama Achmad Arbai (30) warga Suka Mulia Desa Pinang Ratus Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun,dan korbannya atas nama Astria Liana Intan Sari (26) yang merupakan istri pelapor warga yang sama.

"Awalnya suami korban membuat laporan polisi karena mengalami kehilangan 1 (satu) unit sepeda motor 
merk Honda Scoopy warna merah dengan Nomor Polisi BK 4570 WAE,yang sebelumnya diparkiran suami korban di depan Super Market Alfa Midi Jalan Melanton Siregar Kelurahan Marihat Jaya Kecamatan Siantar Simarimbun Kota Pematangsiantar,"kata Kristo Tamba mengawali keterangannya.

Masih kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar itu,usai menerima laporan selanjutnya Kanit Jahtanras beserta anggota opsnal Reskrim Polres Pematangsiantar melakukan aksi kejar kejaran antara petugas dengan pelaku Curanmor tersebut mulai dari Jalan Bola Kaki sampai dengan Jalan Ricardo Siahaan Kelurahan Aek Nauli Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematangsiantar.Tepatnya diatas jembatan Merah Rindam,pada saat dikejar pelaku yang mengendarai honda Scoopy warna merah menabrak sisi jembatan lalu pelaku terjatuh selanjutnya berlari menghindari dari kejaran petugas.Karena panik pelaku melompat ke sungai Bahbolon,kemudian polisi beserta masyarakat sekitar melakukan pencarian terhadap pelaku namun tidak diketemukan. 

"Sehari kemudian pelaku baru diketumukan oleh warga yang ingin buang hajat di Sungai Bahbolon,melihat pelaku sudah dalam keadaan tewas dengan posisi telentang diatas batu tanpa busana.Selanjutnya warga tersebut melaporkan kepada RT setempat dan meneruskan laporannya ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Kristen Bripka Swandi langsung menghubungi Polsek Siantar Selatan untuk bersama- sama berangkat ke TKP sekaligus membawa jasad pelaku ke RSUD Djasmen Saragih Pematangsiantar,"jelasnya lagi.

Dalam kasus tersebut petugas Jatanras Dat Reskrim Polres Pematangsiantar menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit Honda Scoopy warna merah BK 4570 WAE,yang saat ini sudah diamankan di Mapolres Pematangsiantar Jalan Sudirman No.8 Kota Pematangsiantar.Berikutnya petugas penyidik sudah memeriksa saksi Topan Sahputra (23) warga Dusun VII Desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Masihol Kabupaten Simalungun,yang mengetahui persis kronologis kejadian tindak pidana Curanmor tersebut.

"Dalan kasus Curanmor ini karena pelakunya meninggal dunia,maka kasusnya bisa dihentikan,"tutup Kristo Tamba dalam keterangannya.


(Abdul Halil)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: