Soal Penghinaan di Medsos, Polres Madina Ajak Diskusi Kamus dan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru

Share it:



Madina, JournalisNews.com – Pihak Polisi meminta bantuan masyarakat untuk menangani kasus penghinaan terhadap Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Sumut, yang lagi viral di media sosial di Facebook baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan AKBP Horas Tua Silalahi, SIK Kapolres Madina, saat memaparkan perjalanan kasus dugaan penghinaan tersebut di hadapan Mudir dan para Guru Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Sumut. Jumat (05/03/2021).

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut, Cyber Crime Mabes Polri dan Kominfo, bahwa akun Rizky Ardiansyah yang diduga telah melakukan penghinaan kepada Ponpes Musthafawiyah,"kata AKBP Horas Tua Silalahi, SIK.

Selain secara digital, Horas mengaku bahwa pihaknya juga melakukan penanganan kasus ini secara manual, dan terus mencari apa motif pelaku atau siapa sebenarnya pengendali akun yang diduga menghina Musthafawiyah pondok pdsantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara itu.

"Kadang-kadang aktif terkadang non aktif, dan lokasi dia mengaktifkan akun facebooknya tidak menetap dan berpindah-pindah lokasinya. Sehingga sampai saat ini kami masih mencari siapa dibalik atau pemilik akun Facebook yang diduga telah menghujat dan menghina pondok pesantren Musthafawiyah purba baru," paparnya

Horas Tua Silalahi lebih lanjut,"kami tetap berkoordinasi dengan Bidang ITE Polri bagaimana sebenarnya kasus ini apakah memasuki pidana pelanggaran UU ITE, jadi kami berharap kepada pihak Ponpes tetap memberikan bantuan dan masukan untuk menangani kasus ini,"harapnya.




Terpisah, Muhammad Safii Pasaribu, SH Kuasa hukum Pondok Psantren Musthafawiyah Purba Baru meminta kepada Kapolres Madina kasus penghinaan itu diproritaskan penanganannya. "Kami sudah meminta pihak polisi melalu Kapolres Madina untuk membuat lebih serius dan menjadikan kasus ini sebagai proritas agar dapat kami redam amarah para alumni dan masyarakat,"katanya.

Tidak hanya itu, Ketua Keluarga Alumni Musthafawiyah Sedunia (Kamus) Dr. Salamuddin, M.A mengulas sedikit sejarah Musthafawiyah di depan AKBP Horas Tua Silalahi, SIK bahwa pesantren Musthafawiyah berdiri jauh dari sebelum Indonseia merdeka dan sejarah mencatat pendiri Ponpes ini juga ikut serta mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sejarah mencatat Musthafawiyah ini adalah ikut berperan untuk mendirikan bangsa ini, jadi jika ada suatu penghinaan terhadap pesantren ini tolong pak kapolres menindak tegas dan kami sangat mengapresiasi kinerja bapak kapolres,"timpalnya. (RG)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: