Setahun Sudah Covid-19 Melanda Indonesia,Seorang Supir Banting Setir Jadi Pedagang

Share it:

Langkat, JournalisNews.com -
Kurang lebih sudah satu tahun wabah virus Corona (Covid-19) melanda negara-negara di belahan dunia,termasuk Indonesia.Terhitung sejak bulan Februari 2020 sampai saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung dengan memporak porandakan perekonomian,pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat lainnya.Belum lagi dampak yang parah kepada masyarakat yang berprofesi sebagai buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pihak perusahaan.

Sama seperti halnya yang dirasakan dengan warga Desa Pekan Besitang Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat ini,sebut saja namanya Suryo.Ayah empat orang anak ini kebiasaan sehari-harinya berprofesi sebagai pengemudi (Supir-red) angkutan umum jenis Mitshubisi L300 jurusan Banda Aceh - Blang Kejeren,Aceh Nanggro Darusalam (NAD).

Dalam wawancaranya dengan Dewi Wulandari 
Mahasiswi semester 8 jurusan/Prodi PBA IAIN Langsa,Kamis (18/3/2021) pria kelahiran Besitang 54 tahun silam dengan nama lengkap Rusdi Hadi Suryo itu mengatakan sejak wabah Covid-19 masuk ke negara Indonesia,memaksa Suryo harus banting stir dari pekerjaannya alias beralih profesi dari seorang supir.Alasannya karena berkuranganya penumpang serta pendapatan.Seorang Suryo yang awalnya merantau seorang diri ke kota  Banda Aceh,kini harus pulang ke kampung halamannya untuk memulai usaha baru sebagai pedagang.Sekaligus dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

"Dulu sebelum ada Covid-19, penumpang lumayan ramai,apalagi ketika libur sekolah banyak siswa atau mahasiswa yang merantau pulang ke kampung halamannya. Tapi karena Covid-19 ini sekolah juga tidak aktif. Orang-orang juga banyak yang tidak keluar rumah untuk pergi kesana kemari.Jadinya penumpang menurun sekali, bahkan terkadang penumpang tidak ada sama sekali,”jelas Suryo yang berprofesi sebagai supir sudah 15 tahun lamanya.

Dikesempatan itu juga Suryo mengatakan 
berjuang untuk menghidupi keluarganya dimasa pandemi ini cukup sulit.Kini ia memilih beralih profesi sebagai pedagang.Suryo tak bisa mempertahankan profesinya sebagai supir karena pandemi ini pendapatannya tak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Tak mudah bagi Suryo untuk beralih dari profesi yang sudah lama ia jalani.

Sebut Suryo lagi,tak seperti yang dilihat oleh kebanyakan orang bahwa berdagang merupakan pekerjaan yang mudah. Nyatanya berdagang membutuhkan keberanian serta keahlian untuk memulai. Hal itu pula lah yang dirasakan Suryo.

"Yah ... jualan buah sudah hampir sebulan lah,tapi kadang jualan juga sepi jarang ada pembeli.Berjuang ditengah-tengah pandemi memang tak mudah, tapi kita tak punya pilihan lain selain menjalani sambil berdoa agar wabah ini cepat musnah.Dan semua bisa kembali seperti sedia kala,"tutup Suryo dalam bincang-bincangnya.


Penulis: Dewi Wulandari 
Mahasiswi semester 8 jurusan/Prodi PBA IAIN Langsa

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: