Sebagian Kades Bingung Terkait Bimtek TP PKK Desa Se Madina, Ini Komentar LSM TAMPERAK

Share it:



Madina, JournalisNews.com - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa se-Kab. Madina akan mengikuti Bimtek dari tanggal 18 - 21 Maret 2021 di Hotel Niagara Parapat sesuai surat Penawaran LPPCM Nomor 10//LPP-CM//III/2021.

Pada penawaran Bimbingan Teknis ( Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan Kader TP PKK di desa Rp 5.000.000/peserta dengan dua peserta dalam satu kamar. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Kades yang enggan disebut namanya, Jum'at (12/3/2021) melalui telepon. 

Kades tersebut mengatakan sudah ada undangan untuk kegiatan Bimtek tersebut. Kades juga sudah sepakat dengan kades yang lain untuk tidak ikut pada kegiatan Bimtek tersebut. "Saya merasa bingung mau pinjam kemana pendahuluan dana Bimtek. Saya dan beberapa Kades yang lain sudah sepakat untuk tidak mengikuti Kegiatan Bimtek tersebut,"ujar Kades.

Kades menambahkan anggaran Dana Desa (DD) sampai saat ini belum cair. "Sampai saat ini Dana Desa belum cair, Bagaimana kita dapat uang 5 Juta. Apabila Dana Desa 2021 sudah cair sampai 40% mungkin tidak apa-apa kita bisa mengikuti,"tambah Kades.

Seterusnya kades menambahkan,"Naolong Ma roakku di anggaran i mm holong dope rohakku di istri ku", artinya Kades lebih sayang ke istrinya dari pada anggaran Bimtek. Setelah pulang Bimtek saya takutkan menyalahi dan bersyarat- syarat alias diproses hukum," tambah Kades lagi. 

Di tempat terpisah, Ketua LSM TAMPERAK Madina M. Yakub Lubis sangat menyayangkan kegiatan Bimtek tersebut. Pasalnya, di situasi yang sulit saat ini karena efek pandemi Covid 19. "Banyak Pengaduan pencairan Dana Desa 2021 rencana 8% untuk alat Kesehatan (Alkes) bukan untuk bimtek. Seterusnya kades pusing untuk mencari pinjamam untuk ikut dalam Kegiatan Bimtek di Parapat tersebut sebab terkesan diwajibkan ikut serta,"ungkap Yakup.

Yakup menilai ada unsur paksaan dari pihak yang bersangkutan pada kegiatan ini. Perlu dikaji ulang untuk menggelar Bimtek ini melihat keadaan ekonomi seorang Kades tidak merata dengan beberapa Kades yang lain, sebagian sulit mencari pinjaman ke pihak lain. 

Yakub meminta kepada instansi terkait untuk tidak tutup mata hal ini dan segera mengevaluasi kegiatan bimtek yang akan digelar minggu mendatang. Yakub juga jangan mau diintimidasi oleh pihak manapun untuk suatu kegiatan yang memudoratkan untuk kemajuan Desa. "Mari kita kaji ulang apakah pada RPJMDes kegiatan Bimtek seperti ini dimusyawarahkan dan di setujui peserta Musyawarah pada Rapat RPJMDes tahun lalu,"tandas Yakub mengakhiri. (RG)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: