KAUM Berharap Kapolsek Medan Helvetia Serius Tangani Kasus Penganiayaan Advokat

Share it:
Eka Putra Zakran,SH (Dasi merah) bersama tim KAUM (foto,Ist)

Medan, JournalisNews.com - Harapan kita atas nama Korps Advokat Alumni UMSU
(KAUM), meminta kepada Kapolsek Medan Helvetia agar bertindak secara tegas dan serius dalam memproses perkara teman kami yang jadi korban tersebut.Kita meminta agar pelaku penganiyaan dapat ditindak tegas.Jangan pula kasus ini mangkrak, sehingga menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.Sebab ini bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, tapi juga menyangkut marwah Advokat.

Hal tersebut disampaikan Mahmud Irsad Lubis, SH Ketua KAUM melalui Eka Putra Zakran,SH
Kepala Divisi Infokom KAUM usai melakukan pendampingan Adokat Agung Harja,SH anggota divisi litigasi KAUM,dalam pemeriksaan kasus pemukulan dan penganiyaan,di Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia,Sabtu (6/3/2021) siang.


Dikatakan Epza lagi,KAUM tetap komit dalam hal mendampingi dan mengawal pemeriksaan kasus pemukulan dan penganiyaan terhadap anggota divisi litigasi KAUM, Adokat Agung Harja, SH di Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia sejak dua bulan yang lalu.

"Tujuan pengawalan dan pendampingan terhadap saudara Agung merupakan bentuk solidaritas dan dukungan terhadap teman sejawat, yaitu sesama advokat selaku empat pilar penegak hukum serta selaku korban tindak pidana penganiayaan oleh tersangka Budi Pratama, yang sejatinya hal ini tidak boleh terjadi bagi seorang advokat, mengingat profesi advokat adalah dilindungi Undang-Undang No. 18/2003,"sebutnya.

Sampai saat ini, tim penyidik, yaitu IPTU Juhatta Mahadi, STK, SIK dan IPTU Sihite, SH telah melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap para saksi korban diantaranya, yaitu Edi Triyono (ET), Suherni Kartika Sari (SKS) dan Aprelia Angraini (AA)

Kata Epza lagi,para saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh berdasarkan surat panggilan interogasi oleh penyidik. Sebenarnya tidak ada kendala yang serius dalam proses penyidikan, faktanya pemeriksaan perkara tetap akan dilanjutkan, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2H) bernomor: B/73/III/Res.1.6/2021/Reskrim, tertanggal 4 Maret 2021.

"Advokat dalam menjalankan tugas-tugas profesinya kan dilindungi Undang-Undang, baik urusan di dalam maupun di luar pengadilan, makanya komitmen kita di KAUM jelas, tetap kita kawal dan perjuangkan sampai titik darah penghabisan,"tegaz Epza yang juga mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu.



(Abd Halil/Epza)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: