PENGELOLA PRIMA WISATA EDUKASI DESA SELEMAK 'DIDUGA' LANGGAR UNDANG-UNDANG PROKES DAN MAKLUMAT KAPOLRI SERTA PERGUB

Share it:


Deli Serdang JournalisNews.com -
Hasil investigasi awak media diduga belum mengantongi izin,Taman Wisata PRIMA WISATA EDUKSI yang berlokasi di wilayah Desa Selemak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang,provinsi Sumatera Utara sudah beroprasi.

Selain itu, sejumlah warga Desa Selemak bersama tokoh masyarakat yang berkeberatan dengan beroperasi obyek wisata edukasi itu karena dianggap warga tidak jelas kontribusinya kepada masyarakat Desa Selemak, masyarakat langsung membuat Portal di jalan akses masuk ke lokasi PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak yang 'diduga' milik oknum Kepala Desa Selemak. 


Berkembang informasi yang menyebutkan banyak warga Desa Selemak yang masih bertanya-tanya prihal dana pembuatan PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak tersebut dari mana, apakah dari Dana Desa atau memang dana pribadi oknum Kepala Desa Selemak tersebut.

"Kami sebagai warga setempat merasa sangat resah akan berkembangnya penularan virus Covid-19,tolonglah pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang di fasilitasi jangan ada pembiaran. Kami juga berharap Dinas Pariwisata dan Sat-Pol PP Kabupaten Deli Serdang dapat mempertanyakan Legalitas PRIMA WISATA EDUKASI," pinta salah satu tokoh masyarakat Desa Selemak yang sering disapa Pak Dul itu.


Hasil amatan dari awak media,Minggu (31/1/2021) di lokasi Taman Wisata PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak tersebut, terpantau di lokasi obyek wisata ramai dengan pengunjung.Di tengah maraknya pandemi Covid-19, pengelola PRIMA WISATA EDUKASI diduga tidak menerapkan protokol kesehatan (Prokes) kepada para pengunjungnya sesuai ketentuan yang berlaku.Dimana terlihat banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker dan menjaga jarak satu pengunjung dengan lainnya sangat berdekatan.Tidak adanya sarana pencuci tangan dan tidak adanya Bilik Desinfektan untuk pengunjung wisata.


Sepertinya pengelola sengaja melakukan pembiaran berkerumunnya pengunjung wisata.Dan banyaknya pengunjung yang tidak memakai masker baik anak-anak maupun lanjut usia (Lansia).Kacaunya lagi pengelola PRIMA WISATA EDUKASI tidak menyampaikan himbauan (sosialisasi) agar pengunjung menjaga jarak sosial, sesuai dengan protokol kesehatan.


Selain itu pihak management PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selamak banyak memperkerjakan anak di bawah umur.

Tidak adanya pengamanan (pengawasan khusus dari pengelola) yang safety sesuai standart operasional prosedur (SOP) keselamatan obyek wisata untuk permainan air anak-anak,sehingga rawan menimbulkan korban jiwa.Hal ini sesuai investigasi langsung awak media di lokasi PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selamak.

PENGELOLA PRIMA WISATA EDUKASI DESA SELEMAK 'DIDUGA' LANGGAR UNDANG-UNDANG PROKES DAN MAKLUMAT KAPOLRI SERTA PERGUB

Dari situasi itu, diduga pengelola hanya mencari keuntungan dan mengabaikan protokol kesehatan sesusai dengan Maklumat Kapolri Nomor Mak/3/IX//2O2O tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta berdasarkan Pergub Sumatera Utara No. 77 tahun 2020, yakni tentang Peningkatan Disiplin Masyarakat dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan,sekaligus dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di provinsi Sumatera Utara dan Undang - Undang Kesehatan No.216 Tahun 2O2O tentang Protokol Kesehatan (Prokes).Berikut juga telah terjadi diduga pelanggaran Undang-Undang  Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2O13.

Disatu sisi hasil dari investigasi awak media juga terlihat setiap pengujung diharuskan membeli tiket masuk, perorangnya sebesar Rp.3000 (Tiga ribu rupiah) dan tiket pakir sebesar Rp.5000,- (Lima ribu rupiah) Per kendaraan roda dua dan Rp.15.000 (Lima belas ribu rupiah) untuk kendaraan roda empat.

Menurut pengakuan dari penjaga atau penjual tiket itu mengatakan, hasil dari penjualan tiket seluruhnya mereka setorkan kepada "Badan Pengurus Selemak City Group".

Dihari yang sama awak media ini mencoba mencari tahu prihal Managent City Group, yang tertera di tiket masuk tersebut guna melakukan konfirmasi legalitasnya perusahaan atau badan pengelola PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak,akan tetapi hasilnya nihil, disebabkan seolah olah di tutup-tutupi keberadaan Management PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak itu.

Begitu juga dengan Kades Selemak,sampai berita ini ditayangkan yang bersangkutan walau sudah dilayangkan surat konfirmasi secara tertulis,sepertinya oknum Kades tersebut enggan menjawab surat konfirmasi terkait permasalah yang terjadi di PRIMA WISATA EDUKASI Desa Selemak tersebut.(tim)

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: