Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) Hadiri Sidang Perkara Register

Share it:


Medan, JournalisNews.com - Sidang perkara Register No.13 dan No. 15/Pid.Sus/2020/Pengadilan Negri Medan kembali dilaksanakan secara virtual account di ruang Cakra II PN Medan dengan agenda Pembacaan Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Unum pada Rabu, 10/02/2021.

Sebelum sidang dibuka oleh Hakim Ketua, sempat terjadi keributan antara Penasehat Hukum Khairi Amri (KA) dan WRP (Wahyu Rasasi Putri) dengan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), akibat sudah lama menunggu agar acara sidang, akan tetapi begitu sidang akan dimulai sarana komunikasi elektronik yang disediakan oleh JPU tidak dapat terkoneksi dengan baik ke Rutan Polda Sumut tempat Tersangka di tahan.

"Sudah sidang yang kedua kali ini pak Hakim, tapi kok imprastrukturnya masih seperti lemarem juga, kata Ari Ardiansah salah satu tim Pengacara dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM).


Begitu Hakim ketua Tengku Oyong menyatakan sidang dibuka untuk umum, seketika itu Husni Tamrin Tanjung, koordinator tim hukum KAUM mempertanyakan kembali perihal surat penetapan sidang sebagaimana yang diatur oleh Perma No. 4 Tahun 2020, khususnya Pasal 1 anka (4) dan (5). Akibat dari Pertanyaan tersebut membuat Hakim ketua menjadi marah-marah alias emosional.

Pada sesi terakhir setelah JPU membacakan sangkaan atau Dakwaannya, hakim ketua mempertegas agar  sarana persidangan ditingkatkan. Tolong saudara Jaksa, alat komunikasi sidang ini diperbaiki, kita kasih kesemparan sekali lagi pekan depan dengan cara virtual. Jika tidak efektif juga, lebih baik kita sepakati agar Tersangka digadirkan dalam persidangan ini.

Terpisah, Eka Putra Zakran, tim advokat yang juga Kadiv Infokom KAUM menyampaikan, sangat disayangkan sidang KA dan WRP ini dilaksanakan secara virtual account. 

Disamping sarana yang dusediakan JPU tidak bagus, kita melihat ada yang ganjil tadi di layar monitor bahwa antara KA dan WRP tidak ada jarak, akibat mendengarkan sidang online dari headset dari laptop dan dari Rutan Polda sering putus-putus dan hilang signal. Diluar itu, ada yang janggal, mereka itu kan bukan muhrim. Katanya alasan covid-19, makanya sidang onlien, eh taunya mereka para tersangka tak berjarak dan ruang sidang juga penuh sesak. Jadi bagus Terdakwa dihadirkan saja ke persidangan.


(Abd Halil/Epza)

Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: