Kebal Hukum Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi di Nagori Bandar Rejo

Share it:



Simalungun, JournalisNews.com - Judi yang berkedok tembak ikan terus beroperasi dan menciptakan kerumunan di Nagori Bandar Rejo Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun, tanpa mengindahkan imbauan pemerintah alias kebal hukum

Sebagaimana penelusuran wartawan Fikiran Sumut dan Repotase Tipikor di lapangan, Minggu (7/2/2021) sekira pukul 14.30 WIB, di Nagori Bandar Rejo setidaknya ada tiga tempat yang beroperasi sebagai arena perjudian berkedok tembak ikan di antaranya, ditemukan ada di tiga lokasi yaitu di Huta 1 Bandar Rejo di tempat Pical, Huta IV di tempat Man Pida, dan Huta VIII di tempat Isam Keyboard. Semuanya beroperasi sejak siang hari hingga larut malam.

Awak media  juga sempat berdialog dengan salah seorang pelaksana di lapangan sebut saja sebagai humas, dengan adanya gelanggang tembak ikan ini. Sementara itu saat awak media mengkomfirmasi melalui telepon genggamnya Pangululu Nagori Sutrisno tidak bersedia mengangkatnya, pihak pemerintah nagori dalam hal ini pangulu dan gamot (kepala desa dan kepala dusun) terkesan membiarkan judi tembak ikan itu beroperasi di Nagori Bandar Rejo, namun tentang judi tembak ikan ini kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak Polsek Perdagangan, harapan masyarakat menindak tegas perjudian tebak ikan tersebut segera ditutup karena sangat meresah kan Masyarakat.

Bahkan pada waktu itu sudah sempat tutup namun entah kenapa saat ini buka kembali seperti nya Kebal Hukum. Pernah pada waktu itu kita diberi nomor handphone oleh salah seorang yang katanya itu nomor handphonenya si penanggung jawab lapangan tembak ikan tersebut, namun ketika di hubungi berkali kali tidak pernah diangkat,” terangnya
 
Terkait keberadaan judi berkedok tembak ikan di Nagori Bandar Rejo Kecamtan Bandar Masilam, wartawan juga mengunjungi langsung ke lokasi, tepatnya di Huta VIII Nagori Bandar Rejo di belakang rumah warga berinisial IS dan langsung bertemu dengan yang bersangkutan .

Kepada wartawan, Is mangatakan, ada dua meja tembak ikan di belakang rumahnya. Diakui Is antara dia dan koordinator lapangan pemilik tembak ikan, adalah sistem sewa tempat. “Untuk satu meja Rp250 ribu per satu minggu, sedangkan untuk dua meja hanya Rp375 ribu per minggu termasuk penggunaan arus listriknya,”sebutnya.

Bahkan kepada wartawan, Fer sebagai kordinator sempat menyebutkan bahwa semua sudah diatur oleh penanggung jawab lapangan. Ketika wartawan mempertanyakan, maksudnya apa yang sudah diatur?, Fer mengatakan, penanggung jawab lapangan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan sudah ada amplop bagian masing masing.

Kapolsek Perdagangan AKP Josia yang dikonfirmasi wartawan berkenaan dengan ada nya  beroperasi judi tembak ikan di Nagori Bandar Rejo Kecamatan Bandar Masilam, melalui sambungan WhatsAppnya, AKP Josia membalas, “akan kami tindak tegas segala bentuk Perjudian di wilayah hukum Polsek Perdagangan,"ucap AKP Josia.  (JMK/JM)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: