Pantai Sejarah Akan Jadi Destinasi Museum Kabupaten Batu Bara

Share it:



Batu Bara, JournalisNews.com - Pantai Sejarah adalah salah satu destinasi peninggalan sejarah yang tak pernah lekang dari Kabupaten Batu Bara itu salah satu tujuan museum ini ada di Pantai Sejarah Desa Perupuk, mengingat Pantai Sejarah ini adalah salah satu pantai yang memiliki sejarah besar di Kabupaten Batu Bara.

Dan hal itu tidak terlepas dengan museum kita ini kedepannya setiap parawisata dan wisatawan baik nasional maupun internasional yang mau tau sejarah Kabupaten Batu Bara datang ke wisata alam Pantai Sejarah Desa Perupuk langsung bisa melihat peninggalan sejarah masa lalu Kabupaten Batu Bara.

Selain museum tempat benda benda peninggalan sejarah Kabupaten Batu Bara di Pantai Sejarah ini kita lihat pemkab terus melakukan pembenahan seperti yang kita lihat sekarang adanya rumah pohon, mungkin kedepan nantinya ada lagi tempat pemandian dan kemungkinan akan dibangun miniatur 7 Kedatukan di Kabupaten Batu Bara dan kandang kuda.

Dan setiap pengunjung yang datang tidak pernah melupakan sejarah yang ada di tempat kita ini,“kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ilyas Sitorus melalui Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Batu Bara Hj. Halimah. S.PdI. M.SI, Kamis, (28/01/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Halimah,"benda-benda yang ada di museum ini merupakan bahan yang sesuai dengan identik kita Batu Bara bercirikan dan bernuansakan Melayu, dan adanya miniatur Istana Niat Lima Laras, yang mana Istana Niat Lima Laras ini ada beberapa songket kebanggaan kita berupa kain tenun, dengan tembikar, tikarnya, serta barang-barang antiknya seperti alat-alat rumah tangga ada tersedia di museum ini yang kita koleksi.

Dan beberapa benda-benda seperti, tepak sirih, peralatan senjata, dan beberapa eknis yang ada di Kabupaten Batu Bara yang menunjukkan bahwasanya Kabupaten Batu Bara mempunyai 12 etnis di Kabupaten Batu Bara.

Berikut dengan cerita sejarah kampung Jepang yang mana di museum ini sudah ada replika Kapal Harukiku Maru Tahun 1942 saat pasukan Jepang masuk ke Tanjung Tiram, mereka mengambil alih dan merebut kapal Belanda “Var Waerwijk“ lalu mengganti namanya menjadi “Harukiku Maru“ dan kapal tersebut di produksi pada tahun 1910 oleh perusahaan Maatschappij Fijenoord Rotterdam. Secara umum kapal tersebut memiliki bobot 3.040 GT (Grosston), dan kapal Harukiku Maru memiliki di mensi ukuran panjang 99,15 meter, lebar 13,4 meter, serta tinggi 6,95 meter. Kapal ini berfungsi sebagai kapal angkut barang (Kargo) dengan tenaga pendorong yang dihasilkan oleh mesin uap. Jelas Halimah

“Kedepannya saya juga berharap kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara lebih memperhatikan museum ini agar kedepannya menjadi aset pariwisata di kabupaten Batu Bara, sesuai Visi & Misi Museum Daerah Kabupaten Batu Bara “Menjadikan Museum Daerah Kabupaten Batu Bara Sebagai Museum Kabupaten Terbaik Di Indonesia,“harapnya. (Dani)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: