Kurang Dari 24 Jam,Satreskrim Polres Pel.Belawan Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan Berencana

Share it:

Belawan, JournalisNews.com -
Kurang dari 24 jam Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap sekaligus menangkap IS (25) dan Lk (25) masing-masing warga Kampung Nelayan Jalan Gudang Arang Lorong Supir Kecamatan Belawan I.Sementara kedua rekan para pelaku berinisial AL (40) dan DN (37) masuk daftar pencarian orang (DPO).

Keduanya ditangkap karena telah melakukan aksi pembunuhan berencana terhadap Parlidungan Napitupulu (62) yang merupakan seorang Purnawirawan TNI warga Jalan Jaring Udang I Lingkungan 28 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.


Dikutip dari keterangan tertulis Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan Polda Sumut AKBP Dr.Mhd R.Dayan,SH,MH melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Kadek H.C,SH,SIK menyebutkan para pelaku pembunuhan berencana sebagaimana yang dimaksut dalam pasal 340 Subs 338 jo 55 KUHPidana "Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang". Dan para pelaku di tangkap berdasarkan LP/03/I/2021/SU/SPKT Pel.Belawan, tanggal 03 Januari 2021 atas nama Telly Sihombing (51) yang merupakan adik ipar korban,warga Linkungan 28 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan labuhan provinsi Sumatera Utara. 

"Tepatnya pada hari Minggu Tanggal 3 Januari 2021 sekira pukul 13.30 Wib petugas piket Resum Satreskrim kami menerima laporan terkait adanya tindak pidana pembunuhan. Selang beberapa saat kemudian team gabungan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsekta Belawan melakukan lidik pelaku pembunuhan tersebut, dan sekitar pukul 13.00 Wib masih di tanggal dan hari yang sama,team gabungan mendapatkan informasi bahwa salah satu pelaku yang berinisial IS sedang berada dijalan Gudang Arang Lorong Supir Kecamatan Belawan I. Kemudian team langsung mendatangin tempat persembunyian pelaku dan team gabungan langsung mengamankannya. Selanjutnya pelaku di boyong ke kantor Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan guna pemeriksaan lebih lanjut," beber mantan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu itu dalam keterangannya.


Masih dalam keterangannya, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menjelaskan dalam penangkapan para pelaku, team gabungan juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 1(satu) buah Jaket Parasut warna biru yang bercampur darah korban atau milik korban,1(satu) buah celana Keper panjang warna hitam milik kirban,sepatu PDL milik korban,1(satu) buah topi warna Cream dengan jaring coklat di temukan di kamar mandi diduga milik para pelaku, 
1(satu) buah celurit milik pelaku ditemukan di kamar mandi yang di duga untuk membunuh korban. 

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menerangkan kronologis kejadian sebagai berikut pada hari Minggu tanggal 3 Januari 2021 sekira pukul 01.00 Wib saat pelapor sedang berada dirumahnya, pelapor menerima telpon dari Erik Silaban yang merupakan teman korban yang berada saat kejadian pembunuhan terjadi memberitahukan bahwasannya korban Parlindungan Napitupulu telah dianiaya (ditikam) dan korban telah dibawa ke RS.TNI AL Belawan untuk pertolongan medis.Setelah mendengar kabar tersebut pelapor langsung bergegas pergi ke RS.TNI AL Belawan bersama istri pelapor untuk melihat keadaan korban, sesampainya di RS.TNI AL- Belawan pelapor melihat korban berada di ruangan IGD sudah meninggal dunia. Dan pelapor melihat dibagian dada sebelah kanan dan kiri korban terlihat ada 2 bekas tusukan senjata tajam.Atas peristiwa yang dialami korban, pelapor selaku adik ipar korban merasa keberatan dan membuat laporan polisi ke Mapolres Pelabuhan Belawan Jalan Raya Pelabuhan No.1 Belawan,agar para pelaku dapat dituntut dan diperoses sesuai hukum yang berlaku di NKRI ini.


"Hasil dari introgasi awal para pelaku mengakui melakukan perbuatannya bersama dengan temannya yang berinisial DN dan AL status DPO. Dan para pelaku mengakui sebelum melakukan aksinya terlebih dahulu mereka merencanakannya di sebuah warung di depan RS PHC Belawan serta pembagian tugas masing-masing. Untuk para pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman Pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun," tutup AKP Kadek Hendrik Cahyadi dalam keterangannya.

(Abdul Halil)

Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: