Eka Putra Zakran,SH Apresiasi Kinerja Mabes Polri Terkait Kasus Abu Janda

Share it:


Medan, JournalisNews.com -
Mencermati perkembangan laporan polisi terhadap Permadi Arya alias Abu Janda dalam kasus dugaan penistaan agama atas cuitan bernada SARA di sosial media Twitter yang menyebut Islam Agama Arogan.Terkait masalah tersebut Eka Putra Zakran,SH Praktisi Hukum Kota Medan angkat bicara.


"Selaku Praktisi Hukum Kota Medan sekaligus rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinikaan serta kerukunan umat beragama,sangat mengapresiasi langkah Bareskrim Mabes Polri yang akan memanggil terlapor Abu Janda pada Senin, 1 Februari mendatang,"ujar Advokat/Mhsw M H UNPAB yang akrab disapa Epza.

Lanjut Epza,menurut hemat saya pemanggilan ini suatu langkah positif terhadap penegakan hukum (Law Enforcement), makanya langkah ini sangat pantas untuk diapresiasi, karena selama ini sudah sering Abu Janda ini membuat kegaduhan di dunia maya, akan tapi selama ini belum tersentuh oleh hukum. Nah, barangkali saat inilah momentumnya.

"Terus terang apa yang disampaikan oleh Abu Janda dalam cuitannya itu sangat menyakitkan dan menyesakkan dada bagi umat Islam,"kata Epza lagi.

Indonesia negara hukum, jadi tidak boleh ada pihak-pihak yang bertingkah laku maupun berbicara secara arogan. Mayoritas tidak boleh arogan kepada minoritas,  sebaliknya minoritas juga tidak boleh berlaku arogan terhadap mayoritas.

Masih kata Epza,cuitan yang menyatakan, "yang arogan di Indonesia adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal, haram-haramkan ritual sedekah laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat" sangat menyesakkan dada, seharusnya pernyataan ini tidak boleh ada diruang publik.

"Tau apa abu janda tentang ajaran Islam, apa dia tidak tau, kan banyak pahlawan nasioanal yang berjuang untuk memerdekakan negara ini, ya tokoh beragama Islam. Mulai dari Walisongo, Tuanku Imam Bonjol, Muhammad Hatta dan lain lain, mereka kan beragama Islam, kalau dengar cuitan itu pasti mereka juga marah,"tegasnya.

Disatu sisi,bila dilihat banyak yang terusik akibat cuitan Abu Janda ini, bukan hanya masyarakat biasa, beberapa ormas Islam juga marah, seperti Muhammadiyah dan PBNU juga marah.

Perlu dipertegas bahwasanya pernyataan Abu Janda ini sudah jelas bertentangan dengan Pasal 28 Ayat (2) UU ITE yakni, Setiap orang dengan sengaja tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Ancaman terhadap pelanggaran Pasal 28 Ayat (2) dimaksud terdapat pada Pasal 45 Ayat (2) UU ITE No. 11 Tahun 2OO8 dengan pidana penjara maksimal 6 tahun atau denda 1 Milyar.

"Pada prinsipnya langkah pemanggilan terhadap Abu Janda yang disampaikan oleh Dirtipidsus Bareskrim Mabes Polri sudah tepat dan sangat pantas untuk diapresiasi. Semoga ditangan Kapolri yang baru Jenderal Polisi Lystio Sigit Prabowo, institusi Polri semakin dipercaya oleh masyarakat,"tutup Praktisi Hukum Kota Medan itu pada keterangan persnya. 


(Abd Halil/Epza)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: