Direkayasa Seakan Bunuh Diri Pelaku Pembunuh Raihan Diciduk Sat Reskrim

Share it:



Batu Bara, JournalisNews.com - Dengan kejelian Satuan Reskrim Polsek Medang Deras yang dibantu Satuan Reskrim Polres Batu Bara berhasil mengungkap kasus pembunuhan Raihan  bocah 12 tahun yang diduga bunuh diri. Selasa (26/1/2021).

Tega, bocah berusia 12 tahun Raihan yang setiap hari berprofesi sebagai peminta minta alias pengemis warga Dusun Berdikari Desa Lalang Kec. Madang Deras meregang nyawa dengan cara disiksa dan akhirnya digantung  ke pohon sawo di sebuah lahan kosong yang ada di Kec. Medang Deras.

Bocah ini sempat dikabarkan mati dengan cara gantung diri, karena stres sering menghisap lem dalam kejadian tersebut Ibu korban berinisial SH juga sempat rela kalau anaknya meninggal secara wajar dan tidak bersedia anaknya untuk di akukan otopsi.

Namun dengan kejelihan pihak kepolisian dari  Res Polsek Madang deras yang dibantu Satuan Reskrim Polres Batu Bara yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Ferry Khusnadi, SH, MH melakukan indenfikasi terhadap korban menyimpulkan bahwa ini bukan lah murni bunuh diri melainkan dibunuh.

Menurut keterangan yang diberikan awak media bahwasanya korban mati sebelum digantung para tersangka, atau korban sudah lemas lantas digantung oleh tersangka, dengan ciri-ciri tidak ada sperma korban yang keluar dari kemaluan korban terlihat lidah yang menjulur atau pun tanda tanda korban meronta dalam kesakitan. Ini semua menunjukan bahwa ada indekasi korban di bunuh terlebih dahulu baru  korban di gantung. Ungkap kasat Reskrim.

Dengan petunjuk yang disimpulkan ini Satuan Reskrim Polsek Medang Deras dan Satrekrim Polres Batu Bara melakukan penyelidikan serta melakukan penangkapan kepada tersangka Akbar dan M.Heru. 

Beberapa keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara yang mengatakan korban terakhir bersama dua tersangka ini sedang berjalan dan menggandeng korban seakan ada permasalahan. Dalam kurun waktu 2 x 24 jam Satuan Reskrim berhasil menahan Akbar dan M.Heru yang sedang santai berada di wilayah Kec. Medang Deras tersebut.

Dalam pres rilis yang dilakukan pada Selasa (26/1/2021) pukul 11.00 Wib pagi,  yang dipimpin langsung Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH didampingi Kapolsek Madang Deras AKP Isqad, SH, Kasat Reskrim AKP Fery Khusnadi, SH, MH, Kanit reskrim Polsek Madan Deras IPTU AH. Sagala, SH, juga para pejabat Reskrim.

Kapolres mengatakan,"kedua tersangka, Akbar (20) dan M.Heru (21) telah mengakui perbuatanya, kedua tersangka ini menganiaya di suatu lahan kosong yang tertutup dengan cara memukuli dan mendekap mulut korban setelah korban tidak berdaya untuk menghilangkan jejak mereka menggantung korban seolah olah korban mati gantung diri, modus penganiayaan disebabkan karena uang hasil mengemis tidak disetorkan kepada mereka dan untuk mendapatkan efek jera korban dipukuli.

Menurut  keterangan kedua tersangka Kami tidak berniat membunuh hanya saja menunjukan kepada yang lain untu setor kepada kami setelah mengemis, kami hanya memukulinya tapi tanpa sadar karena terpengaruh mengisap lem korban lemas dan kami berusaha untuk menghilangkan jejak dengan menggantungnya di pohon sawo yang ada di lokasi tersebut. Ujar para tersangka. 

Sementara kedua tersangka di kenakan melanggar pasal 76 C yang diancam pidana dengan pasal 80 ayat (3) dari UU RI no 35 tahun 2014 perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 338 dari KUH Pidana dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun. Hal ini dijelaskan Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, SH, MH kepada awak media. (Dani)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: