STIT Al-Hikmah Kota Tebing Tinggi Wisuda 115 Mahasiswa/i, Wali Kota : Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

Share it:



Tebing Tinggi, JournalisNews.com - Wali Kota Tebing Tinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM mengatakan, mahasiswa harus bisa menjadi sebagai agen perubahan, membangun di bidang ilmu yang dimiliki, intinya, mahasiswa harus menjadi tokoh perubahan di tengah-tengah masyarakat. Menjadi tokoh program perubahan itu, maka jadi kitalah yang diikuti karena keteladanan kita. Kalau kita tidak berubah, itu artinya, kita cuma mengambil titel atau mengambil gelar sarjana saja, tapi tidak merubah dalam hal-hal isinya, maka  yang akan tercela tempat pendidikan kita "STIT Al Hikmah". 

Ini perlu diperhatikan, karena banyak orang yang S2 tapi cara berpikirnya, cara berkomunikasi, cara bertindak, cara menyampaikan pendapat apa yang dikandungnya tidak menunjukkan dia sebagai seorang Sarjana S2, bahkan S1 pun tidak, bahasanya menghujat, bahasanya sarkasme (kasar), bicara tidak berdalilkan keilmuan yang ada, ilmu yang disampaikan tidak merujuk kepada referensi yang ada, ngomong seenaknya saja, hanya karena mendapat kesempatan untuk bicara. Maka apa yang disampaikan oleh orang yang berpendidikan atau memiliki pendidikan itu dianggap benar. 

Ungkapan tersebut disampaikan Wali Kota pada pelaksanaan wisuda yang dilaksanakan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah (Yaspetia) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hikmah Kota Tebing Tinggi di Gedung Pertemuan Balai Kartini Jalan Gunung Leuser Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Rabu (16/12/2020) dengan mengambil tema, "Melahirkan Generasi Islam Yang Tangguh di Tengah Pandemi". 

Hadir pada acara tersebut, Ketua Yayasan, Ir. H. Marapinta Harahap, MM, M.AP, dari kepolisian, Ketua Senat Al-Hikmah, Drs. H. Zainuddin Siregar, SH, SE, MM, Kopertis Wilayah IX Wilayah Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Sahrin Harahap, MA, penyampai orasi ilmiah, Ruchman Basori, M.Ag beserta undangan lainnya. 

Pada kesempatan itu juga, Wali Kota mengingatkan para wisudawan/i untuk tidak melupakan jerih payah orang tua yang selama ini banyak berkorban. Jangan pernah dilupakan jasanya, karena jasa orang tua tidak bisa dibayar dengan apapun. Teruslah belajar, karena di dalam pendidikan ilmu tidak pernah mati, sebab apa yang kamu tahu belum tentu kamu sudah tahu sebenarnya.

Sementara itu, Ketua STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi, Ficki Fadli Pardede, MA kepada awak media ini menjelaskan, pelaksanaan wisuda ini merupakan Wisuda Sarjana Ke - XV dengan jumlah wisudawan/i sebanyak 115 orang, terbagi dari dua jurusan, yaitu jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 26 orang, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Islam (PGMI) 89 orang. Acara Wisuda yang dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM dan Koordinator Kopertais Rektor UIN ini diharapkan agar para sarjana kita mampu memberikan warna di Kota Tebing Tinggi dalam konteks religius. Selanjutnya yang menjadi harapan kita adalah, Wali Kota terus mensuport agar pendidikan, khususnya STIT Al-Hikmah Kota Tebing Tinggi ini lebih maju atau bisa lebih berkembang," harapnya. 

Ketua STIT Al-Hikmah ini juga menyampaikan bahwa, mahasiswa/i yang wisuda bukan hanya berasal dari  Kota Tebing Tinggi saja, namun banyak yang dari luar daerah. "Kepada mahasiswa/i yang telah mengikuti wisuda agar bisa menjaga nama baik Almamater Kampus dan bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat, bisa jadi penyuluh, khususnya dalam konteks pendidikan Islam serta mampu menjadi guru-guru yang profesional, karena mereka dilahirkan menjadi sarjana pendidikan dan ilmu yang mereka dapatkan dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,"pintanya. 

Selain itu, Ketua STIT Al-Hikmah juga mengingatkan kepada para Mahasiswa/i yang telah Wisuda, untuk tidak terlibat radikalisme, itu yang paling utama, tidak boleh mereka mengikuti yang radikal-radikal, menyalahkan atau merasa paling benar, agama mereka paling baik, itu tidak boleh,"tegasnya.





 

Lebih lanjut Ketua STIT Al-Hikmah ini menjelaskan, Kampus STIT Al-Hikmah beralamat di Jalan Gatot Subroto KM 3 nomor 3 sekaligus menyampaikan kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya, Insya Allah dengan kehadiran Wali Kota Tebing Tinggi dan Kopertis yang merangkap Rektor UIN Sumatera Utara (Sumut) dan tamu kita dari Jakarta agar lebih yakin memberikan amanah kepada kita untuk mendidik putra-putri yang ingin kuliah di STIT Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Kota Tebing Tinggi,"sebutnya.

Wisuda kali ini memang berbeda, tidak berjalan seperti biasanya, sebab saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, makanya kita dalam wisuda ini menerapkan Protokol Kesehatan yang diminta oleh Wali Kota yang juga selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tebing Tinggi menyarankan  kepada kita pada waktu audensi sebelum pelaksanaan wisuda dan yang boleh masuk hanya Wisudawan/i saja, para orang tua berada di luar, tidak terlibat secara langsung. "Alhamdulillah pada pelaksanaan wisuda semuanya terjaga dan Wali Kota hadir.

Ini artinya, beliau percaya bahwa kita menerapkan Protokol Kesehatan dan mudah-mudahan pandemi Covid-19 cepat berlalu agar proses akademik berjalan normal seperti biasa, termasuk proses-proses kuliah bisa tetap buka langsung. Insya Allah seperti yang disampaikan oleh Wali Kota dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada bulan Januari bisa kuliah kembali. Untuk itu, kampus kami siap untuk dibuka kembali dan kami akan menjalankan Protokol Kesehatan," ungkap Ketua Ketua STIT. 

Acara tersebut diisi desa orasi ilmiah, pemberian Piagam penghargaan kepada Wisudawan/i terbaik Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Program Studi Pendidikan Agama Islam serta penyerahan cendera mata. (Tamsi)
Share it:

Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: