Kades Mariah Padang Harapkan Pembangunan Bronjong dan Tanggul Jebol Secepatnya Diperbaiki

Share it:



Serdang Bedagai, JournalisNews.com - Terkait jebolnya tanggul di Dusun I Tanah Putih yang disebabkan banjir besar dari sungai Sibarau pada tanggal 28 November baru-baru ini, Kepala Desa Mariah Padang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Leonard Lumban Raja usai meninjau lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Serdang Bedagai) kepada awak media ini, Rabu (9/12/2020) menjelaskan, nanti ada program untuk peninggian tanggul sama pembangunan bronjong oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara, tapi itu bertahap. 

Untuk mengatasi pecah tanggul sungai Sibarau, kita sudah koordinasi, kebetulan alatnya masih berada di daerah Bahsumbu, alatnya sudah kerja, mudah-mudahan secepatnya bergeser ke Desa Mariah Padang. Pada awalnya alat yang di gunakan masih memperbaiki tanggul yang jebol di daerah Simalas, kemudian ke Bahsumbu dan balik lagi ke Simalas. Setelah dari Simalas, selanjutnya akan memperbaiki tanggul di Mariah Padang. 

"Untuk daerah Mariah Padang sendiri, ada tiga tanggul yang jebol, sementara di Simalas ada dua tanggul yang jebol, satu tanggul di daerah Bahsumbu sudah diselesaikan dan ada satu tanggul lagi sedang dikerjakan. Selain tiga tanggul yang pecah di daerah Mariah Padang, daerah kami pun menjadi titik imbas dari pecahnya tanggul dari Simalas. Namun, kalau di Simalas tanggulnya sudah bagus, debit air akan berkurang, ditambah lagi tanggul di Mariah Padang tanggulnya diperbaiki, maka semua akan aman," ungkapnya.

Bagi korban banjir, lanjut Leonard Lumban Raja kita sudah menyediakan dapur umum, posko, sembako, bantuan selimut serta bantuan lainnya sudah ada. Kita juga akan melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan yang rusak dan sebagai umat beragama, kita juga harus berdoa serta bersabar menghadapi bencana banjir. Mudah-mudahan pemerintah cepat mengatasi tanggul-tanggul yang jebol. Saya juga berharap, pinggiran sungai Sibarau di bronjong supaya masyarakat aman dari banjir," pintanya.






Lebih lanjut disampaikan Leonard, kerugian yang besar ada di Dusun I dan II, yaitu pada lahan pertanian. Mengenai masyarakat korban banjir, sudah dua minggu mereka alami. Sementara, masyarakat Dusun II sudah ada satu minggu mengungsi di tenda pengungsian," ujar Leonard Lumban Raja. 

Sebelumnya, Saniman dan Inem warga Dusun II saat ditemui awak media ini di tenda pengungsian berharap secepatnya tanggul yang jebol diperbaiki. "Kami berharap kepada pemerintah agar tanggul yang pecah di Dusun I Tanah Putih cepat diperbaiki, karena sudah seminggu kami di tenda pengungsian," tutur warga. 

Mengenai bantuan, Saniman bersama warga yang berada dalam tenda pengungsian mengakui banyak yang memberi bantuan, seperti nasi, gula, beras, selimut dan lain-lain. Kami bersyukur banyak orang yang peduli kepada kami. Kepala Desa juga sangat peduli sama kami, sering dia datang melihat keadaan kami di tenda pengungsian ini," sebut warga.  (Tamsi)

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: