Sidang Ke 5 Kasus Pengadaan TPA, Kesaksian Candra Tarigan Berbelit-Belit

Share it:



Karo, JournalisNews.com - Pengadilan Tipikor Medan kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Dokan Kecamatan Merek Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2015-2017, sidang berlangsung 
Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis, (08/10/2020).

“Agenda sidang ke lima itu yakni pemeriksaan saksi. Ada enam saksi di hadirkan yakni, Candra Tarigan, Eka Pratama, Ardiansyah, Philimon Arjuna S. Brahmana, Sadarta Bukit dan  Amri Ginting," ujar Akbar Pramadhana, SH Kepala Seksi Pemeriksa Kejaksaan Negeri Karo, pada saat dikonfirmasi melalui via selulernya, Kamis, (08/10/2020).

Lanjutnya, Akbar menjelaskan dari ke enam saksi ini, Candra Tarigan yang memberikan kesaksian berbelid dan berbohong. “Ya, benar dalam sidang ke lima ini  mengagendakan pemeriksaan saksi. Hari ini 6 saksi kita hadirkan, salah satu saksi yakni Candra Tarigan memberikan kesaksian yang berbelit dan tidak jujur sementara para terdakwa lain mengakui semua perintah dari Candra Tarigan,"ujar Akbar.

Akbar menambahkan,"saksi Candra Tarigan tidak mengakui pernah bertemu dengan terdakwa Risdianto sebelum pelaksanaan pekerjaan, saksi Candra tarigan tidak mengakui memerintahkan Terdakwa Baron Kaban untuk melakukan pencairan sebelum pekerjaan selesai",pungkasnya. Sementara 5 saksi lainnya koperatif dalam kesaksiannya.

"Dari keterangan, Saksi Eka Pratama dan Saksi Ardiansyah, menjelaskan soal Hasil pekerjaan studi kelayakan tidak layak dikatakan sebagai Studi Kelayakan, karena mereka bekerja tidak berdasarkan Permen PU No. 03 Tahun 2013. Pekerjaan baru selesai di Maret 2016, Saksi Philimon Arjuna S. Brahmana, menjelaskan terhadap pekerjaan studi kelayakan tidak pernah dilakukan audit inspektorat, Saksi Sadarta Bukit dan Saksi Amri Ginting, menjelaskan pekerjaan sudah diajukan pembayaran dan dibayarkan di bulan Desember 2015",ucap Akbar.

Ia menambahkan, sidang ke 5 itu dimulai pada pukul 12.00 WIB, dan di akhiri pada pukul 16.00 WIB. Sidang lanjutan ditunda selama sepekan kedepan. “Ya, sidangnya mulai pukul 12.00 WIB sampai 16.00 WIB di Ruang Cakra II, dan sidang selanjutnya akan ditunda  Kamis dempan dengan angenda keterangan saksi kedepan,” ungkapnya.

Diketahui, dalam kasus itu sudah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dan kini sudah terdakwa. Mereka masing-masing, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karo, BK dan R sebagai konsultan, dan CT Selaku Kuasa anggaran  dalam kasus pengadaan lahan TPA Dokan, Kerugian negara pada kasus tersebut sebesar Rp.1,7 miliar. (Charles Sitanggang)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: