Optimalkan Hasil Panen Petani Bank BI Sumut Berikan Alat Digital Kick Off Pilot Project

Share it:



Batu Bara, JournalisNews.com - Pemkab Batu Bara ucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Sumut atas kepedulian yang telah mencanangkan alat sensor tanah dan cuaca kepada gapoktan suka karya tani untuk meningkat hasil panen petani 

Dalam acara Kick Off Pilot Project Digital Farming alat sensor tanah dan cuaca yang dihadiri Sekda Kabupaten Batu Bara H Sakti Alam Siregar, SH, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumut Wiwiek Sisto Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar, Edhi Rahmanto Hidayat, Kadis Pertanian - M. Ridwan, Tim PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (PT.MSMB), Camat Lima Puluh Pesisir, Kepala Desa Lubuk Cuik, pengurus dan anggota Gapoktan Suka Karya Tani. Sabtu (02/10/2020).

Dalam sambutannya perwakilan ketua kelompok tani Kamsir mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Batu Bara yang telah datang dan memberikan bantuan berkali - kali kepada kami masyarakat dan petani di Lubuk Cuik sebagai wujud kepeduliannya kepada para pelaku petani. Dan juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah banyak berperan penting kepada petani, khususnya petani di desa Lubuk Cuik. Dalam kesempatan ini mewakili petani cabai, mohon kiranya kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara memberikan bantuan alat tracktor penggulud tanah agar lebih murah, cepat dan efisien. Di karenakan tanah di areal persawahan ini tanahnya sudah mulai jenuh.

Dalam sambutannya Sekda H. Sakti Alam Siregar, SH yang mewakili Bupati Batu Bara mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Prov. Sumut yang telah mencanangkan Pilot Projek Digital Farming Komoditi Cabai di Gapoktan Suka Karya Tani Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Tahun 2020. Dengan memberikan bantuan pemasangan alat sensor tanah dan cuaca di Kabupaten Batu Bara, yang merupakan kabupaten sentral cabai merah di Provinsi Sumut. 

Menurut data BPS tahun 2019 luas area tanaman cabai dalam satu tahun mencapai 1092 Ha dengan hasil panen pertahun mencapai11.150 Ton. Di desa Lubuk Cuik ini terdapat 6 kelompok tani dibawah naungan Gapoktan dengan total anggota 414 petani. Terdiri dari luas padi sawah 101 Ha dan lahan cabai 85 Ha. Namun masih sering dijumpai masalah klasik di lapangan seperti hama dan kondisi lahan. Untuk itu pemkab berusaha sebaik – baiknya umtuk mengatsi masalah tersebut. Seperti yang dikatakan perwakilan petani tadi, kami akan menurunkan secepatnya alat traktor penggulud tanah.

Sementara itu, Perwakilan Kepala Bank Indonesia Prov. Sumut memberikan bantuan alat digital farming ini salah satu konstribusi kepada masyarakat khususnya para petani. Alat ini merupakan salah satu inovasi teknologi untuk menjawab permasalahan dibidang pertanian. Digital Farming merupakan konsep pertanian modern, sehingga hasil akan lebik optimal.

Adapun kelebihan alat Digital Farming dapat membantu meramal cuaca, menetapkan waktu dan volume yang tepat dalam mengaplikasikan produk tanaman, pemupukan, pembasmi hama dan pengolahan tanah. Informasi tersebut dapat terhubung dengan aplikasi di handphone android. (M Hamdani Batubara)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: