KKB TPNBN-OPM Tolak TGPF yang Diterjunkan ke Papua

Share it:



Jakarta, JournalisNews.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan menolak Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

Dalam sebuah video yang beredar Sabtu (10/10/2020), Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembo mengancam tak akan segan menembak tim bentukan pemerintah itu. Dalam video berdurasi 43 detik tersebut, Sebby menuturkan bahwasanya dia sudah berkomunikasi dengan para jajaran timnya yang ada di lapangan. Dari hasil komunikasi tersebut dinyatakan mereka menolak.

"Selamat siang untuk semua. Saya Sebby Sembo Juru Bicara TPNPB-OPM. Beberapa hari yang lalu saya berkomunikasi dengan pasukan kami di lapangan dan kami sudah mengumumkan lewat video bahwa kami menolak tim investigasi bentukan Mahfud MD dari Jakarta," ucapnya dalam video tersebut.

Dia menuturkan, OPM meminta bukan TGPF bentukan pemerintah yang diterjunkan ke Papua, melainkan tim investigasi yang dibentuk Komisi HAM PBB. Selain itu, pengusutan dilakukan bukan hanya kejadian beberapa waktu lalu, akan tetapi seluruh peristiwa sejak tahun 1963. "Kami meminta tim yang dipimpin oleh komisi HAM PBB ke Papua untuk melakukan investigasi menyeluruh yang terjadi sejak tahun 1963 sampai hari ini," katanya.

Sebby mengatakan pihaknya enggan bernegosiasi kepada pemerintah soal hal itu. Ancaman pun juga dia sebarkan dengan menyebut tidak segan-segan menembak tim bentukan pemerintah Indonesia. "Tidak ada tawar menawar dari pasukan TPNB OPM. Kami siap tembak tim bentukan Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Anggota TGPF kasus Intan Jaya yang terluka karena diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dievakuasi ke Jakarta. Anggota TGPF dan TNI yang menjadi korban penembakan itu telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Pagi ini anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut," ujar Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo, yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, melalui keterangan resminya, Sabtu (10/10/2020). (red)
Share it:

nasional

Post A Comment:

0 comments: