Desember 2019 S/D 11 Oktober 202O Poldasu Berhasil Ungkap 6.275 Kasus Narkoba, Masyarakat Terselamatkan 7.713.171 Orang

Share it:




Medan, JournalisNews.com -
Bertempat di depan kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Jalan K.H Wahid Hasyim Medan dilaksanakan konferensi pers tentang pengungkapan kasus menonjol tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 8,3 (Delapan Koma Tiga) Kg oleh Ditresnarkoba Polda Sumut. Turut hadir Kapolda Sumut, Dir Narkoba Polda Sumut dan Kabid Humas Polda Sumut serta  seluruh wartawan unit Polda Sumut. Senin (12/10/2020)  pukul 14.00 Wib.


Dihadapan ratusan wartawan unit Poldasu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs.Martuani Sormin, M.Si menjelaskan berdasarkan laporan informasi dari masyarakat pada hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020 sekira pukul 19.00 wib bahwa ada seorang laki-laki yang membawa narkotika jenis sabu dari Tanjung Balai dengan tujuan medan dengan mengendarai mobil sedan Accord warna biru dengan nomor Polisi BK 1103 QJ. Kemudian Petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan informasi tersebut dengan cara membagi anggota di titik-titik pemantauan yang diperkirakan akan di lintasi mobil tersebut.

"Selanjutnya, pada hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020 sekira pukul 23.15 wib, petugas kepolisian melihat 1 (satu) unit mobil sedan Accord warna biru dengan Nomor Polisi BK 1103 QJ sedang melintas di daerah amplas Kecamatan Medan Amplas menuju ke kota Medan. Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut dan tepat di Jalan S.M. Raja depan stasiun Bus PT. Rapi Kecamatan Medan Amplas," kata Irjen Pol Martuani.

Masih menurut Kapoldasu mengatakan mobil tersebut dapat diberhentikan dan langsung mengamankan pengendara mobil tersebut selanjutnya dilakukan penggeledahan namun tidak ditemukan barang bukti Narkoba. Dari pengakuan laki-laki tersebut bernama Aswan alias Aseng  (Inisial AN alias.AG) dan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut sudah diserahkan kepada seorang laki-laki yang mengendarai sepeda Motor  jenis Honda Beat warna hitam dan narkotika jenis sabu tersebut di dalam 1 (satu) buah tas warna merah.


"Selanjutnya petugas kepolisian melakukan pengejaran, sekira pukul 23.25 Wib tepatnya di Jalan Jendral A.H. Nasution Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, tepatnya di pinggir jalan depan Prime One School, personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut  melihat seorang laki-laki sesuai dengan ciri-ciri yang diinformasikan Aswan Alias Aseng (Inisial AN Alias AG). Kemudian petugas mencoba memberhentikan sepeda motor yang dikendarai oleh lak-laki tersebut, akan tetapi laki- laki tersebut tidak mau berhenti dan semakin menambah kecepatan laju sepeda motornya," katanya Kapoldasu. 






Masih kata Irje Pol Martuani Sormin menyebutkan, selanjutnya petugas memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali, namun tidak di indahkan oleh laki-laki tersebut dan melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api selanjutnya mengarahkan ke Petugas Kepolisian yang melakukan penangkapan sehingga dilakukan tindakan tegas, keras dan terukur kepada laki-laki tersebut  sehingga jatuh dari kendaraan kemudian laki-laki tersebut di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis namun pada saat diperjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, laki-laki tersebut meninggal dunia selanjutnya dilakukan penggeledahan 1 (satu) buah tas warna merah dapat ditemukan dan disita barang bukti berupa 7 ( tujuh) bungkusan besar dengan di Lakban warna silver kemasan teh hijau merek Qing Shan berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan seberat 7 (tujuh) Kg dan diketahui laki-laki tersebut bernama Masiwan alias Iwan (Inisial MN alias IN).

"Berikutnya, pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2020 sekira pukul 03.00 Wib, petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan pengembangan kerumah tersangka Aswan alias Aseng di Tanjung Balai. Dan sekira pukul 06.40 Wib tim tiba di rumah tersangka Aswan alias Aseng di Jalan H. M. Nur No. 59 Desa Pahang Kecamatan. Datuk Bandar Kota Tanjung Balai. Selanjutnya tim memanggil Kepling setempat untuk melakukan penggeledahan dirumah tersangka Aswan alias Aseng (Inisial AN alias AG) dan dapat ditemukan serta disita di kamar tidur tersangka Aswan alias Aseng (Inisial AN alias AG) tepatnya dalam lemari barang bukti berupa1 (satu) bungkus plastik teh warna hijau yang bertuliskan tulisan cina merek Qing Shan berisikan Narkotika Jenis sabu seberat  1 (satu) Kg dan 3 (tiga) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhannya seberat 300 (tiga ratus) gram," beber Kapoldasu.

Sementara itu, data tindak pidana narkoba terhitung periode bulan Desember 2019 s/d tanggal 11 Oktober 2020 Polda Sumut berhasil mengungkap sebanyak 6.275 Kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 8.188 orang dengan barang bukti narkotika jenis Sabu seberat 479,59 Kg dan Ganja seberat 1.615.1 Kg dan 10.434 batang pohon,  1,28 Kg biji dengan luas Ladang ganja seluas 2 Ha. Berikutnya narkotika jenis pil Ecstasy 219.542¼ butir, Pil Happy Five sebanyak 7.077 butir, Pil Alprazolam 4.551 butir dan narkoba jenis Ketamin seberat 1,48 Kg.

Terakhir Kapoldasu .enjelaskan pelaku yang dilakukan tindakan tegas, keras dan terukur sebanyak 15 (lima belas) orang yang meninggal dunia.

Masyarakat yang diselamatkan dari seluruh barang bukti Narkoba yang  disita sebanyak 7.713.171 (tujuh juta tujuh ratus tiga belas ribu seratus tujuh puluh satu) orang. Dan narkotika golongan I jenis Sabu seberat 8,3 (delapan koma tiga) Kg, dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 83.000 (delapan puluh tiga ribu) Orang dengan asumsi 1 gram Sabu untuk 10 orang pengguna. Modus para pelaku nemasukkan narkotika jenis sabu seberat 7 (tujuh) Kg ke dalam 1 (satu) buah tas warna merah dan menyimpan narkotika jenis sabu seberat 1,3 (satu koma tiga) Kg ke dalam lemari di kamar tidur. 

PASAL YANG DILANGGAR :

Pasal114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). 

(Abd Halil)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: