Sempat Viral Di Medsos, Danyonmarhanlan I 'Berbagi Rezeki' Dengan Bocah Pemulung

Share it:
Mayor (Mar) Farick,M.Tr Opsla, Danyonmarhanlan I diabadikan saat berikan tali asih kepada bocah pemulung (foto,Ist)

Medan, JournalisNews.com - Fandi seorang bocah yang baru menginjak usia 7 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SD di Pasar 5 Medan Tembung, rela menghabiskan waktu berkeling memungut sampah untuk mencari nafkah membantu kedua orang tuanya, semasa pandemi Covid-19, Afrizal (33) semenjak Ayah Fandi di PHK dari perusahaan, setelah PHK berusaha berdagang dan tidak juga mendapatkan hasil, Ayah Fandi harus menjadi pemulung untuk menyambung hidup, termasuk Fandi.

Sedangkan Sri Veranita (29) Ibu Fandi dalam keadaan hamil 9 bulan. Fandi merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Bocah cilik ini harus membuang masa bahagianya bermain demi memungut barang bekas untuk kelangsungan hidup bersama keluarga tetcintanya.





Dilansir dari laman metroindo.com menyebutkan Fandi sehabis pulang sekolah harus mengangkat karung hingga puluhan kilometer. Dengan memungut botol dan gelas mineral dengan penuh semangat, saking semangatnya bekerja samper larut pagi, bahkan sampai subuh.


"Aku cari uang, Beras habis ngak ada duit untuk makan, Mamak dan Ayah sakit," kata Fandi dalam rekaman video yang sempat viral di Medsos.


Berikutnya, barang barang rongsokan kemudian dikumpulkan dan dijual untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan sebagian disimpan untuk biaya sekolahnya.


Hasil dari memulung barang plastik bekas bersama ayahnya bisa laku dijual dalam seminggu mencapai Rp. 100.000 dan paling banyak Rp. 150.000.


Penghasilannya  memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup orang tuanya, apalagi biaya kebutuhan pokok semakin mahal, belum lagi kebutuhan sekolah sang bocah.


"Kalau tidak cukup uang ya terpaksa tidak bisa bayar buku pelajaran. Saya tidak dapat Kartu Indonesia Pintar seperti anak lain yang kurang mampu," tutur  Sri Veranita di rumah kontrakan tempat tinggalnya di Jalan Seto Gang Edibusono Kecamatan Medan Area Kelurahan Tegal  Sari II Kota Medan.


"Kami menumpang disini dan hanya bayar air dan listrik, " tambahnya.


Untuk itu, Ibu Fandi berharap sang anaknya bisa sukses dalam pendidikan dan meraih cita-citanya.


"Ya, saya selalu berdoa semoga anak aya bisa sekolah minimal sampai tingkat SMA, syukur kalau menikmati bangku kuliah," harapnya.


Disatu sisi, Komandan Batalyon  Pertahanan Pangkalan I Mayor Farick .M.Tr Opsla  ketika melihat video yang sempat viral di Medsos Bocah cilik pemulung langsung tergugah hatinya dan memerintahkan jajarannya untuk mencari keberadaan kediaman bocah tersebut.


Dengan didampingi langsung Camat Medan Area Hendra Sambilan SIP, Lurah tegal Sari beserta Staf Kecamatan Medan Area.


"Saya mendengar dan melihat video viral bocah cilik itu, langsung sedih dan terdetak hati Saya, kemudian Saya perintahkan Staf Saya untuk mencari alamatnya, dan Saya bersama Staf didampingi Lurah dan Camat Medan Area mengunjungi kediaman bocah itu," ujar Mayor (Mar) Farick, Selasa (22/09/2020).


Danyonmarhanlan I Belawan dan Camat Medan Area dan Lurah Tegal Sari serta Staf Yonmarhanlan tiba di kediaman bocah tersebut, dan ketemu langsung dengan Fandi didampingi kedua orang tuanya dengan kondisi yang memprihatinkan.


Kata Mayor (Mar) Farick lagi, mengaku sedih ketika langsung ketemu dengan bocah cilik itu, terlihat wajahnya sangat riang saat kami datang kerumahnya, Ayah Fandi didampingi kedua orang tuanya.


"Saya sedih ketika langsung ketemu dengan bocah cilik itu, terlihat wajahnya sangat riang saat kami datang kerumahnya, Ayahnya sudah di PHK dari perusahaan dan Ibunya sedang hamil, kami sangat prihatin dengan kondisi mereka  saat ini," ucap Danyon dengan mata berkaca-kaca.


Kegiatan ini adalah bentuk aksi tanggab dan Kepedulian Yonmarhanlan I Belawan kepada Masyarakat.


"Ini adalah bentuk kepedulian Yonmarhanlan kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan," sebut Danyon mengakhiri.

(Abd Halil/Nelson Srg)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: