PT Jui Shin Indonesia Kembali di Demo Ratusan Karyawan

Share it:

Medan, JournalisNews.com - Ratusan mantan karyawan PT Jui Shin Indonesia yang berada di Jalan Pulau Pini, Kawasan Industri Medan (KIM) II, kembali menggelar aksi demo di depan pabrik yang memproduksi keramik dan granit tersebut. Kamis (10/9/2020).

Ratusan para peserta demo merupakan eks karyawan PT Jui Shin tersebut menggelar aksi demo menolak PHK sepihak yang dilakukan perusahaan terhadap mereka, dan meminta pesangon dibayarkan.

Dalam orasinya, para pekerja menuntut agar pihak perusahaan mempekerjakan kembali mereka. Karena PHK yang dilakukan perusahaan ilegal, tak sesuai dengan UU tenaga kerja.

Ditemui awak media, Sekjen DPW FSPMI Sumut Tony Rickson Silalahi saat aksi demo berlangsung mengatakan, aksi yang mereka ini menuntut agar dipekerjakan kembali karena menilai PHK sepihak yang dilakukan oleh Pengusaha PT Jui Shin Indonesia terhadap 197 orang Pekerja/Buruh adalah ilegal kerena tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengusaha PT Jui Shin Indonesia melakukan PHK terhadap 197 orang pekerja anggota FSPMI dengan alasan perusahaan mengalami kerugian karena pendemi covid-19. PHK ini dilakukan secara sepihak tanpa terlebih dahulu dilakukan perundingan secara bipartit maupun tanpa memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial,” katanya.

“Oleh karenanya kami menilai PHK ini ilegal dan menuntut agar Pengusaha PT Jui Shin Indonesia mempekerjakan kembali ratusan Pekerja/Buruh yang di PHK tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tony menjelaskan, PHK ini berawal dari akibat gagalnya perundingan bipartit, lalu Pekerja Anggota FSPMI PT Jui Shin Indonesia melakukan aksi Mogok Kerja yang sah pada tanggal 11-14 Mei 2020 di perusahaan menuntut penyelesaian perselisihan hubungan industrial, berupa penggunaan Pekerja dengan status outsourcing/PKWT (kontrak) yang tidak sesuai ketentuan, jam kerja yang tidak sesuai ketentuan, mutasi yang tidak sesuai ketentuan, K-3 minim, penghapusan tunjangan-tunjangan secara sepihak, tenaga kerja (TKA) unskill dan tidak mengerti bahasa Indonesia.

“Bukannya menyelesaikan perselisihan hubungan industrial yang terjadi, Pengusaha/Pimpinan PT Jui Shin Indonesia malah membalas aksi mogok kerja tersebut dengan melakukan PHK secara ilegal terhadap seluruh Pekerja yang mengikuti aksi mogok kerja berjumlah 197 orang termasuk di dalamnya seluruh Pengurus PUK SPAI FSPMI PT Jui Shin Indonesia,” jelasnya.

Tony juga menyampaikan, padahal UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 144 menyatakan terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140, pengusaha dilarang: b. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh selama dan sesudah melakukan mogok kerja.

“Sejak di PHK pada tanggal 15 Mei 2020 yang lalu, kita sudah berupaya agar persoalan ini diselesaiakan secara bipartit melalui musyawarah mufakat dengan Pengusaha/Pimpinan PT Jui Shin Indonesia tetapi tidak ada titik temu. Lalu kita sampaikan persoalan ini kepada Disnaker Deli Serdang dan Disnaker Sumatera Utara, kedua instansi pemerintah yang berwenang di bidang Ketenagakerjaan ini juga tidak mampu menyelesaikan,” ujarnya.

“Karenanya, kami akan rutin setiap minggu berunjuk rasa di kantor DPRD-SU dan Gubernur Sumatera Utara. Kami menuntut keadilan dan perlindungan kepada Wakil Rakyat DPRD Sumatera Utara dan Gubernur Prov. Sumatera Utara sampai persoalan ini benar-benar diselesaikan secara adil,” tutup Tony mengakhiri.

Sementara itu, saat wartawan hendak mengkonfirmasi pihak PT Jui Shin tidak ada yang bersedia memberikan keterangan terkait aksi demo tersebut.

Pantauan di lapangan, setelah menyampaikan orasinya kurang lebih dua jam. Para eks karyawan PT Jui Shin langsung begerak melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Sumut, untuk menggelar orasi.(Abd Halil)
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: