Pendeta di Papua Tewas Ditembak, TNI Bantah Fitnah KKB di Media Sosial

Share it:
                            Foto, ilustrasi

Papua. JournalisNews.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kecam fitnah yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terkait pembunuhan seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Seperti dilansir dari laman Kompas.com menyebutkan fitnah tersebut menurut Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa, disebarkan KKB di media sosial.
"Dari sejak tadi pagi, tiga akun mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutar balikkan fakta. Fitnah mereka di medsos, jelas sudah setingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang sidang umum PBB," tutur Suriaswata.

Menurut Suriaswata, Yeremia ditembak anggota KKB, Sabtu (19/9/2020). Korban diketahui merupakan warga asli Suku Moni.
Yeremia juga diketahui ahli membuat terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Moni. Korban keempat dalam sepekan

Menurut Suriaswata, Yeremia merupakan korban keempat dari aksi brutal KKB dalam pekan ini. Sebelumnya, KKB berulah adi Intan Jaya, Senin (14/9/2020). Saat itu, dua tukang ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama tapi di waktu yang berdekatan. Kedua korban bernama Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan, dan Fatur Rahman (23) yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung, serta perut menderita luka tembak.

Tiga hari sesudahnya, KKB kembali beraksi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.
Ketiga, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur setelah mengalami luka tembak. Dikatakan Suriaswata lagi, aksi tersebut tak lain ingin mencari perhatian dunia jelang Sidang Umum PBB.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata dia.

Seperti diketahui, sidang umum PBB akan digelar pada 22-29 September 2020 mendatang.(red)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: