Muspincam Tertibkan PKL di Belawan Berjalan Aman, Tertib Dan Lancar

Share it:

Belawan, JournalisNews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I SU) bekerjasama dengan Muspincam Belawan dan instansi terkait seperti personil Polsek Medan Belawan, Satpol PP, personil TNI dan PD Pasar Belawan melakukan penertiban para pedagang yang berjualan di sepanjang perlintasan jalur rel kereta api yang berada di jalan Sumatera, Belawan. Sabtu (4/9/2O2O).

Disela - sela kegiatan penertiban berlangsung, dalam keterangan persnya, Camat Belawan Ahmad Sunara,SP,MM menjelaskan operasi ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari pertemuan antara PT KAI dengan para pedagang yang dihadiri Kepala PD Pasar Belawan serta Muspicam Kecamatan Belawan, yang digelar diruang aula kantor Camat Belawan, jalan Cimanuk, Kelurahan Belawan I.

"Sebelumnya kita sudah mengadakan pertemuan dengan pihak - pihak yang berkepentingan dalam masalah ini, dengan mengambil keputusan PT KAI memohon agar para pedagang tidak membangun kios atau bangunan yang terlalu dekat dengan perlintasan kereta api sehingga menghalangi pandangan masinis. Di perparah lagi adanya pedagang sayur yang berjualan diatas bantaran rel kereta api, jelas ini membahayakan keselamatan jiwa manusia," beber mantan Sekcam Medan Kota itu kepada JournalisNews.com.

Masih menurut pria yang akrab disapa pak Ucok itu mengatakan, usai ditertibkan alias digusur para pedagang nantinya area yang menjadi hak PT KAI yakni 4 meter dari as tengah rel akan dilakukan pemagaran, sekaligus akan dibuat taman kota.
"PT KAI akan terus melakukan pemagaran sesuai jalur yang dibebaskan yakni kanan kiri dari as rel masing - masing 4 meter," jelas pak Ucok.
Dikesempatan yang sama, Ahmad Jein Damanik Kepala Pasar Belawan kepada awak media ini mengatakan siap menampung para pedagang yang ditertibkan ke kios - kios yang sudah disiapkan PD Pasar Belawan. 
"Intinya PD Pasar Belawan siap menampung aspirasi pedagang, dan kami siap mempasilitasi pedagang ke kios - kios yang sudah di sediakan PD Pasar," ujar Ahmad Jein dengan didampingi stafnya Isar Pangaribuan 
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan AKBP Dr.Mhd Rahmani Dayan,SH,MH melalui Kapolsek Medan Belawan Kompol Danil Jefri Naibaho,SH kepada kru JournalisNews.com menyebut personil Polsek Medan Belawan bersama TNI dan Satpol PP sifatnya hanya memberikan pengamanan terhadap operasi penertiban ini.
"Kami dari Polsek Medan Belawan bersama TNI dan Satpol PP hanya melakukan pengamanan demi  kelancaran jalannya operasi penertiban ini. Dan dari awal kegiatan sampai akhir kesemuanya berjalan aman tertib dan lancar," jelas Kasi Penindakan Ditpolairud Polda Sumut itu.
Terpisah, ditemui diruang kerjanya Manager Humas PT. KAI (Persero) Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, menuturkan PP 56 Tahun 2009 Tentang Penyelengaraan Perkeretaapian Pasal 43 ayat (3) yakni dalam ruang manfaat jalur terdapat ruang bebas yang harus bebas dari segala rintangan dan benda penghalang di kiri, kanan, atas, dan bawah jalan rel.
“Untuk keselamatan perjalanan kereta api, sangat dibutuhkan peran masyarakat dalam menaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Seperti tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api, serta tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di jalur kereta api,” tuturnya, 
Dijelaskannya lagi, Mahendro Trang Bawono menyebutkand alam Undang Undang 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian pada Pasal 178 berbunyi, “Setiap orang dilarang membangun gedung, membuat tembok, pagar, tanggul, bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi, atau menempatkan barang pada jalur kereta api yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.”
“Sebagaimana Pasal 192, perbuatan yang melanggar Pasal 178 diancam dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000, (seratus juta rupiah), dan di dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian pada Pasal 38, ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum,” pungkasnya.(Abd Halil)
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: