Mengaku Anggota BNN, Polsek Sunggal Ringkus Polisi Gadungan

Share it:

Medan, JournalisNews.com - Muhammad Budiman alias Budi (34), Suprianto alias Lilik (40), Khairunissa (18), Yogi Air Langga (20). Kemudian, Joko Dedi Kurniawan (36), Rudi Efendi (40), Diki Ari Wibowo (25) dan Dedi Saputra alias Putra (32). Kedelapan pria tersebut berhasil ditangkap team opsnal Unit Reskrim Polsek Sunggal Polrestabes Medan karena melakukan sejumlah tindak pidana perampasan sepeda motor dengan menyaru sebagai petugas polisi gadungan.

Informasi yang berhasil dihimpun JournalisNews.com kedelapan pelaku merupakan komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di kawasan Jalan Ringroad, Kelurahan Asam Kumbang, Medan. Dalam aksinya, delapan orang komplotan ini berpura-pura menjadi petugas kepolisian untuk mengelabui korbannya.


Dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi,SH,SIK,MH mengatakan seluruh pelaku diamankan tengah beraksi di Jalan Ringroad tepatnya di depan salah satu SPBU, Selasa (8/9/2020).

"Saat itu mereka menyamar sebagai anggota Polri dan mengancam korbannya dengan pistol rakitan," kata mantan Kapolsek Medan Labuhan itu.




Dikatakannya lagi, dalam beraksi para pelaku mencari warga yang akan menjadi target untuk dimintai uang dengan cara mengancam korban. Penangkapan para pelaku berawal dari laporan seorang korban ke Polsek sunggal. Kepada petugas, korban mengaku diancam sekelompok orang yang mengenakan seragam polisi.

"Selain mengenakan atribut polisi, mereka mengaku dari BNN dan memegang pistol rakitan. Tujuannya untuk menguasai sepeda motor atau meminta uang dari korban," ujar Yasir.





Saat beraksi, dua orang pelaku menghampiri korbannya yang beristirahat di SPBU. Pelaku yang mengenakan seragam polisi kemudian mengancam korban dengan menggunakan senjata api rakitan miliknya.

"Keduanya langsung menakut-nakuti pelaku dengan seragam Polri dan mengatakan kepada korban jangan lari sambil memegang senjata. Korban langsung lari ketakutan," ungkapnya.

Setelah korban meninggalkan sepeda motornya, pelaku lain yakni Yogi Air Langga, Rudi Efendi, Diki Ari Wibowo, Khairunissa dan Joko Dedi Kurniawan yang menunggu di mobil, langsung mengangkat sepeda motor ke mobil. Saat bersamaan, petugas dari Polsek Sunggal yang sedang melakukan patroli kemudian melihat hal mencurigakan dari mobil komplotan tersebut, sehingga memeriksa para pelaku.

"Selain mengenakan seragam polisi, hasil penggeledahan dari mobil pelaku, ditemukan sejumlah barang bukti seperti id card gadungan bertulis BNN, borgol dan pistol rakitan," katanya.

Yasir mengatakan dari hasil pemeriksaan kedelapan tersangka tersebut diketahui jika kejahatan modus menyaru sebagai petugas tersebut sudah berulang kali dilakukan.
Bahkan sejumlah berkas-berkas palsu berupa surat-surat kepolisian yang digunakan untuk mengancam korban juga ditemukan. Para pelaku mengaku sering merazia dan mengancam korban untuk mendapatkan uang.

"Atas perbuatannya para pelaku ini, kita jerat dengan pasal 365 ayat 2 KUHPidana, dugaan pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman minimal 9 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya.(Abd Halil)
Share it:

Medan

Post A Comment:

0 comments: