Gelar Ops Yustisi Tahap II, Petugas Gabungan Polres Pel. Belawan Jaring 36 Orang Pelanggar Dan 32 Orang Tanpa KTP

Share it:
Petugas Satpol PP kota Medan giring pelanggar protokol kesehatan (foto,Ist)

Belawan, JournalisNews.com - Dalam rangka razia masker dan penerapan protokol kesehatan dengan tujuan percepatan penanganan Covid-19, Polres Pelabuhan Belawan menggelar Operasi Yustisi tahun 2O2O. Jumat (18/9/2020) sekira pukul 09.00 Wib.

Dalam operasi tersebut mengambil titik lokasi di Jalan Pelabuhan Raya tepatnya di depan kantor PT Pelindo I (Persero) Belawan.

Dikutip dari keterangan Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Bonar H.Pohan,SH yang diterima JournalisNews.com via WhatsApp menyebutkan sebelum dilaksanakan operasi, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan apel bersama yang di laksanakan di halaman apel Mapolres Pelabuhan Belawan. Dengan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol M. Nasution, SH. 



Kegiatan apel dan Operasi Yustisi tahun 2O2O yang digelar Polres Pelabuhan Belawan melibatkan Danton Satpol PP kota Medan Dedi Harahap, Hakim Pengadilan Negeri Medan Bambang,SH,MH, Panitra Pengadilan Negeri Medan M.A.Afandi Nasutio,SH, Lurah Belawan II Yose Peri, beserta pegawai atau staf sebanyak 10 orang, Lurah Belawan I Siti Mariam,S.Sos beserta staf sebanyak 6 orang,
personil Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan yang tersprint sebanyak 40 personil, anggota Satpol PP kota Medan sebanyak 20 personil.

"Kegiatan Ops tersebut dilaksanakan berdasarkan Pergub No. 77 tahun 2020 dan Perwal Kota Medan No. 27 tahun 2020. Yakni tentang peningkatan disiplin masyarakat dan penegakan hukum protokol kesehatan, dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di provinsi Sumatera Utara," kata Bonar Pohan dalam keterangannya. 

Masih menurut mantan Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak itu menjelaskan tujuan dilakukannya Operasi Yustisi atau razia penggunaan masker, agar masyarakat dapat disiplin dan mengikuti peraturan protokol kesehatan, sekaligus
sadar akan bahaya Covid-19 dan terhindar dari Covid-19. Terpenting, dapat mencegah penyebaran atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Hasil dalam pelaksanaan Operasi Yustisi terjaring masyarakat yangg tidak menggunakan masker sebanyak 36 orang, dimana 32 orang tanpa KTP dan 4 orang dilakukan penyitaaan KTP. Selanjutnya dilakukan pencatatan nama dan diberikan  sangsi atau hukuman berupa tindakan fisik berupa Pust Up dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membacakan Pancasila, selanjutnya masyarakat tersebut diberikan Masker," kata Bonar Pohan lagi.

Terakhir dalam keterangannya, Bonar Pohan mengatakan apabila kedepannya bagi pelanggar yang sudah tercatat namanya dan masih ditemukan tidak menggunakan masker, maka pada  saat pelaksanaan Ops atau razia berikutnya, akan dikenakan sangsi denda administrasi sebesar Rp.100.000,- ( seratus ribu rupiah) perorang.(Abd Halil)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: