Sidang Ke 2 Kasus Korupsi Pengadaan TPA, Saksi Candra Tarigan Mangkir

Share it:


Karo, JournalisNews.com - Pengadilan Tipikor Medan kembali menggelar sidang Kasus korupsi pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kab. Karo, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karo, Baron Kaban, dan Rusdianto yang menjadi tersangka diadili di Pengadilan Tipikor Ruang Sidang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Senin (24/08/2020) sekira pukul 15.30 WIB.

Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi, enam saksi dihadirkan, yakni Johanes Manis,Dumaris Simbolon, Abet Nego Aritonang, Elida Tinambunan, Fransiscus Hendra Manik, yang merupakan pemilik perusahaan dalam tender Pengadaan Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dokan, dan Candra Tarigan yang merupakan  Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo saat proyek TPA berlangsung, namun dalam sidang kali ini Candra Tarigan, tidak hadir dengan tanpa alasan yang jelas.

"Ya benar dalam sidang ke dua ini mengagendakan pemeriksaan saksi, hari ini 6 saksi kita hadirkan 5 diantaranya pemilik perusahaan yang menjadi pemenang tender pengadaan TPA, dan 1 oranglagi yakni Candra Tarigan, yang merupakan kepala dinas kebersihan dan pertamanan, namun beliau tidak hadir, tanpa keterangan yang jelas," Ujar Akbar Pramadhani, SH,Kepala Seksi Pemeriksa Kejaksaan Negeri Karo, pada saat di konfirmasi menggunakan sambungan telefon, Senin (24/08/2020).

 Akbar Pramadhana, menjelaskan, dalam sidang kerterangan saksi kali ini, kelima perusahaan ini mengaku meminjamkan perusahaannya ke Rusdianto yang merupakan salah satu tersangka, namun demikian kelima perusahaan ini tidak mengetahui untuk apa perusahaannya digunakan. "Kelima saksi yang merupakan pemilik lima perusahaan yang di pinjamkan ke Rusdianto, namun mereka tidak mengetahui untuk apa perusaannya di gunakan", ucapnya.

Lanjutnya Akbar menjelaskan ke lima saksi ini juga menjelaskan terkait pemalsuan tandatangan dan stempel oleh Tersangka Rusdianto dan pencairan dilaksanakan tanpa sepengetahuan pemilik perusahaan,dan di situ juga letak kesalahan  PPK yakni  Baron Kaban, tidak melakukan pertemuan dengan ke lima pemilik perusahaan, pada saat tandatangan kontrak.

"Dikarnakan tandatangan dan stempel di kontrak itu dipalsukan oleh tersangka R, di situ juga kelalaian PPK, karena seharusnya PPK itu dalam bertanda tangan kontrak dengan rekanan, itu harus bertemu, penanda tanganan kontrak itu di lakukan harusnya berhadap-hadapan,"pungkasnya.

Dalam sidang ke 2 beragendakan keterangan saksi-saksi ini, dimulai pada pukul 15.30 WIB di Gedung Cakra VIII, dan di akhiri pada pukul 17.00 Wib, dan sidang lanjutan ditunda selama 2 pekan kedepan.

"Ya tadi sidangnya pukul 15.30 sampai 17.00 Wib di ruang Cakra VIII, dan sidang selanjutnya akan di tunda 2 minggu kedepan",ucap Kepala Seksi Pemeriksa Kejaksaan Negeri Karo ini. (Charles Sitanggang)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: