Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Satreskrim Polres Pel. Belawan Tangkap Pemilik Lulur Mawar

Share it:
Tersangka diapit petugas usai ditangkap (foto,Ist)


Belawan, JournalisNews.com - Bermodus sebagai tukang kusuk lulur di tempat kusuk lulur "Mawar" yang berlokasi di jalan Haji Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Sat 
Reskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap tersangka yang telah melakukan  Exploitasi sexual terhadap anak di bawah umur.

"Riamor Perangin - Angin (45) warga Desa Tanjung Selamat Ps II Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Tersangka ditangkap polisi dengan tuduhan telah melakukan  Exploitasi sexual terhadap anak," kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr.Mhd R.Dayan,SH,MH melalui Kasubbag Humas Iptu Bonar H.Pohan,SH dalam siaran persnya.

Lebih lanjut mantan Kanit Reskrim Polsek Hamparan itu menjelaskan tersangka di tangkap berdasarkan
Laporan Polisi Nomor : LP/305/VII/2020/SU/SPKT PEL-BLWN Tanggal 13 Juli 2020 atas nama pelapor Rosidawati.

"Selain berhasil menangkap tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah spanduk iklan tempat kusuk lulur  bertuliskan Mawar, satu buah spanduk iklan tempat kusuk lulur bertuliskan Amoure, 10 Sachet kondom merk Sutra, 2 buah celana dalam wanita, 2 Buah Bra/BH, 2 Set pakaian rok mini, 4 Buah buku daftar tamu, 1 Btl lotion merk Marine, Tablet obat - obatan khusus wanita, Tissu kertas, Lipstik dan kutek dan Sperei tempat tidur dan bantal," beber Bonar Pohan dalam keterangannya.

Berikutnya masih kata Bonar Pohan, terungkapnya kasus ini berawal anak pelapor diketahuinya pergi dari rumah dengan tujuan kota Medan, pengakuannya untuk menjaga neneknya yang sakit.

"Namun diketahui bahwa anak pelapor telah dipekerjakan ditempat kusuk lulur milik tersangka. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan membuat pengaduan di SPKT Polres Pelabuhan Belawan. Dan meminta agar tersangka dihukum sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Bonar Pohan lagi.

Sambungnya, saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Pelabuhan Belawan. Dan kasusnya masih dilakukan pengembangan. Terhadap kasus ini tidak menutup kemungkinanan masih adanya korban - korban anak dibawah umur lainnya. Namun sayang, Bonar Pohan tidak memberikan rincian berapa banyak anak - anak yang di pekerjakan di tempat usaha tersangka. 

TERSANGKA DIJERAT UU PERLINDUNGAN ANAK

"Pelaku akan dijerat dengan ketentuan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas perubahan kedua undang-undang Nomor : 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak junto Undang-undang Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah menjadi UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal pidana penjara 10 tahun dan maksimal 20 tahun," tutup Bonar Pohan dalam keterangan persnya.(Abd Halil)
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: