Merampok, Napi Program Asimilasi Ditembak Satreskrim Polres Pel. Belawan

Share it:


Belawan, JournalisNews.com - 
Irfan Sandro Marito Sihombing alias Ipang (24) warga Kampung Salam Kecamatan Medan Belawan merupakan napi bebas program asimilasi kembali merampok dan ditangkap Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Saat melintas di jalan Raya Pelabuhan Belawan. Kamis (25/7/2020) sekira pukul 07.30 Wib.

Berdasarkan laporan korbannya, 
Hotmaria Natalia Pakpahan dengan Laporan Polisi Nomor : Lp/271/VI/2020/SU/SPKT-PEL BLWN Tgl 25 Juni 2020 dan Laporan Polisi Nomor : LP/ 293/VII/2020/SU/SPKT-PEL BLWN Tgl 05 Juli 2020. Berikut Laporan Polisi Nomor : LP/46/VI/2020/SU/PEL-BLWN/ SEKTA BLWN Tgl 28 Juni 2020. Dan Laporan Polisi Nomor : LP/91/VII/SU/PEL-BLWN/SEKTA BELAWAN, 
Irfan Sandro Marito Sihombing alias Ipang bersama barang bukti 1 (satu) buah tas Pouch merk By Marc Jacobs warna ungu.

Lebih lanjut, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr.Mhd R.Dayan,SH,MH melalui Kasat Reskrim AKP I Kadek H.C,S.IK., SH kepada JournalisNews.com menjelaskan saat akan ditangkap pelaku berupaya melarikan diri, selanjutnya petugas memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan akhirnya petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku. 

"Kejadiannya pada hari Kamis 25 Juni 2020  sekira pukul 07.30 Wib saat korban hendak menuju ke Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan dengan menumpang angkot KPUM Trayek 32. Tepat dari depan super market Indomaret Belawan, tidak berapa lama kemudian naik satu penumpang  seorang laki - laki tersangka Irfan Sandro Marito Sihombing alias Ipang," jelas Mantan Kasat Polres Labuhan Batu.

Berikutnya, masih kata AKP Kadek mengatakan, melihat gelagat penumpang yang baru naik angkot, korban sudah menaruh curiga dan ketakutan. Selanjutnya korban minta supir angkot untuk berhenti dengan maksud korban akan turun. Namun pada saat korban hendak turun dari angkot, tersangka Irfan Sandro Marito Sihombing alias Ipang mengancam korban dengan menggunakan sebilah pisau dan merampas tas milik korban yang berisikan dompet, 2 buah HP dan perhiasan lainnya dengan total kerugian yang dialami korban sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga puluh juta Rupiah).

"Tersangka sudah 7 Kali beraksi melakukan tindakan pencurian dan kekerasan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Tersangka juga merupakan napi yang baru bebas dalam program asimilasi dan tersangka juga residivis kasus pencurian dan kekerasan. Saat masih dilakukan pengembangan terhadap laporan - laporan yang ada sama kita, dan tidak menutup kemungkinan korban dari tersangka ini akan bertambah," imbuhnya.

"Atas perbuatnya, tersangka akan dijerat dengan pasal 365 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutup AKP Kadek.(Abdul Halil)
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: