Kecewa dan Merasa Ditipu, Para Pengurus Pemulangan TKI Akan Suruh Keluarga TKI Ke Kantor Bupati

Share it:


Kisaran, JournalisNews.com - Rasa kecewa yang mendalam masih melekat di hati para pengurus pemulangan TKI asal Asahan itu. Mereka masih tak menyangka mendapat perlakuan seperti itu oleh Pemkab Asahan.

Bahkan, kesedihan dirasakan beberapa orang diantaranya karena terkesan tak dianggap. Padahal, dalam proses pemulangan TKI dari Malaysia itu mereka telah bekerja secara maksimal. Mereka juga bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan.Secara administratif para pengurus pemulangan TKI asal Asahan itu juga telah diberikan surat tugas.

Surat tugas dari Pemkab Asahan tersebut dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Asahan. Dikeluarkan tanggal 5 Juni 2020 dan ditandatangani oleh Kadisnaker Asahan, Budi Anshari. Berdasarkan surat tugas tersebut mereka langsung melakukan pendataan dan pencarian warga Asahan yang terperangkap lock down. Dengan rasa kemanusiaan yang tinggi mereka terus mendata hingga sebanyak -banyaknya.

Bukan hanya bantuan moril yang diberikan, namun juga bantuan materil. Para pengurus pemulangan itu rela menggunakan uang pribadinya untuk memberi makan warga Asahan yang terperangkap lock down tersebut.

"Sedih kali rasanya kalau bantuan yang kita lakukan tidak dianggap Pemkab Asahan. Jerih payah dan keringat kita seakan tak dihargai, "ungkap Mak Bill salah warga Asahan yang ikut melakukan pendataan.

Apalagi, katanya, saat ini mereka setiap hari ditelpon oleh warga Asahan yang masih berada di Malaysia. Ratusan warga Asahan itu masih menunggu penjemputan gelombang berikutnya. "Hampir setiap hari kami ditelepon kawan -kawan yang masih di Malaysia Bang. Mereka masih menunggu janji Pemkab Asahan untuk membantu pemulangan berikutnya",ujarnya.



Begitu juga yang dirasakan Indra Ringo (foto) warga Asahan yang menjadi kordinator pemulangan TKI dari Malaysia itu. Setiap hari dirinya ditanya oleh warga Asahan yang masih tinggal dan keluarga mereka yang di Asahan.

Mereka dan para keluarganya yang berada di Asahan mempertanyakan soal penjemputan berikutnya. Namun, dirinya tak bisa menjawab setelah mengetahui sikap Pemkab Asahan yang terkesan tak peduli. "Malu kali rasanya Bang mendengar pertanyaan kawan-kawan dan keluarganya yang belum dijemput. Entah apa yang mau aku jawab ",ujarnya.

Dirinya juga mengaku akan menyuruh para keluarga yang masih di Malaysia mempertanyakan kepada Bupati Asahan. Semua itu, agar tidak salah paham dan menduga macam -macam dengan dirinya.

Kekecewaan yang dirasakannya itu, katanya pernah juga terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu dirinya dirinya ditelpon staf kantor Bupati yang minta tolong pengurusan pemulangan jenazah salah seorang warga Asahan 

Setelah selesai dilakukan pemulangan jenajah warga Pulau Raja yang meninggal di Malaysia Pemkab sempat buang badan. Dan saat diminta ganti uang pribadinya yang terpakai tak bersedia. Namun, setelah sempat bersitegang dan ribut di sosmed akhirnya uangnya dibayar. "Yang jelas ini kali kedua Aku merasa ditipu Bang, "ujarnya mengakhiri.  (Arnes Arbain Abdullah)

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: