Ekspor Komoditas Teh Sumatra Utara Sepanjang Semester I, Tembus Angka 1.196 Ton

Share it:
Foto,Ilustrasi

Belawan, JournalisNews.com - Kinerja ekspor komoditas teh dari Sumatra Utara sepanjang semester I tahun ini mulai mengejar perolehan tahun lalu yang mencapai angka 1.196 ton.

Dilansir dari suaraburuh.com menyebutkan, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Hasrul menjelaskan sepanjang semester I/2020 pihaknya telah memfasilitasi ekspor teh (camellia sinensis) sebanyak 461 ton dengan nilai Rp10,4 miliar. "Angka itu sudah mencapai 39 persen dari total ekspor teh Sumatra Utara di tahun 2019 yang sebanyak 1.196 ton," ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Dia merinci, melalui catatan IQFAST Karantina Pertanian Belawan, selama masa pandemi ini ada sembilan negara tujuan ekspor yang menerima teh asal Sumut. Komoditas teh yang dikirim melalui Pelabuhan Belawan tersebut memiliki negara tujuan antara lain Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Pakistan, Jerman, Tiongkok, dan Iran.

Pengeluaran teh ke negara-negara itu telah dilalulintaskan sebanyak 26 kali pengiriman. Hasrul optimistis kinerja ekspor teh Sumut sampai dengan akhir tahun ini setidaknya dapat menyamai capaian tahun lalu meski tertekan kondisi pandemi covid-19.

Berdasarkan catatan Karantina Pertanian Belawan, sepanjang tiga tahun terakhir ekspor teh Sumut mengalami fluktuasi. Pada 2017, volume ekspor teh Sumut sebanyak 1.300 ton dengan nilai total Rp25 miliar menyasar 14 negara.

Pada 2018, meski mengalami penyusutan pasar menjadi 11 negara tujuan, tetapi volume ekspor teh Sumut mengalami kenaikan cukup signifikan. Volume ekspor pada 2018 mencapai lebih dari 1.800 ton dengan 99 kali pengiriman. Namun pada 2019 angka ekspor teh Sumut melemah menjadi 1.196 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menargetkan hingga 2024 ada lompatan ekspor komoditas pertanian hingga tiga kali lipat melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil sebagai penanggungjawab program Gratieks telah menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis karantina di seluruh Indonesia untuk melakukan sinergitas dan pendampingan teknis kepada para pelaku ekspor di seluruh Indonesia agar dapat mencapai target Gratieks. Termaksud kepada para pelaku ekspor komoditas teh dan turunannya.

Ali Jamil berharap pendampingan ekspor secara langsung dari unit pelaksana teknis karantina di seluruh Indonesia akan lebih mendorong peningkatan volume ekspor teh Indonesia.

Seperti yang dilakukan Karantina Pertanian Belawan ke kebun Bah Butong, perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, pekan lalu. Seharian, Hasrul dan jajaran berkunjung ke kebun yang menghasilkan produk teh kelas premium tersebut. Kebun Bah Butong memiliki luas 6.368,25 hektar yang ditanami teh varietas Ortodok yang tahan terhadap penyakit cacar daun teh Hemileia vastatrix.

Menurut Hwin Dwi Putera, Manager Unit Teh PTPN 4, kebun teh Bah Butong Sidamanik memiliki 14 macam bentuk produk teh unggulan ekspor. Antara lain Broken Oranye Peko (BOP), Broken Fanning Peko (BFP), Broken Tea (BT), Peko Fanning (PF), Dust I, Broken Peko (BP), BOPF, PF II, Fann II, BP II, BT II, Dust II, Dust III serta Dust IV. Produk-produk tersebut dikelompokkan berdasarkan tingkat kehalusan serbuk teh yang di produksi, aroma serta rasa teh.

Dalam kunjungan tersebut Hasrul melakukan sosialisasi Gratieks dan melakukan pendampingan teknis untuk memenuhi standar persyaratan karantina agar lolos di negara tujuan ekspor.

"Di Sidamanik kami memberikan pendampingan bagaimana proses mitigasi Organisme Pengganggu Tumbuhan pada tempat produksi dan kemasan teh sehingga dapat memiliki sanitasi yang baik," tutur Hasrul.(Abd Halil/Humas BBKPB/OL-3)
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: