Bupati Asahan Dituding Tipu Beberapa Pengurus Pemulangan TKI Dari Malaysia

Share it:


Kisaran, JournalisNews.com - Bupati Asahan, H. Surya BSc dituding telah menipu  beberapa orang pengurus pemulangan TKI dari Malaysia. Bahkan, mereka mengaku kecewa dengan sikap pemimpin Asahan itu yang terkesan tak peduli.

Pasalnya, setelah terjadi pemulangan para TKI beberapa waktu lalu mereka terkesan diabaikan. Uang honor tanda terimakasih yang sempat dijanjikan kepada mereka tak ada diberikan.

Bahkan, uang  pribadi mereka yang sempat terpakai  untuk membantu proses pemulangan tidak dibayar. Anehnya, saat salah seorang dari pengurus pemulangan TKI itu mempertanyakan soal uang mereka tak dihiraukan.

Bupati Asahan dan stafnya terkesan lempar tanggungjawab. Mereka tuduh -tuduhan dan menyuruh mempertanyakan kepada pihak yang di Malaysia. "Sedih kali rasanya hati kita setelah mendengar jawaban Bupati Asahan itu Bang. Masak sewaktu Aku tanya soal uang pribadi kami yang terpakai tak bersedia mengganti,"ungkap Indra Ringo ketika konfirmasi, Jum'at (24/7/2020).

Menurutnya, saat ditanya soal uang tersebut bupati terkesan buang badan."Kalau soal uang itu bukan urusan saya. Jangan melebar yang lain cakapnya", ujar Indra menirukan ucapan Bupati Asahan, H. Surya BSc. "Bupati kok bicara begitu Bang",ujarnya lagi.

Dikatakannya, awalnya saat   akan melakukan pemulangan TKI  dirinya dihubungi Pemkab Asahan melalui staf Dinas Tenaga Kerja. Dirinya bersama beberpa orang kawannya diminta untuk membantu proses pemulangan para TKI asal Asahan.

Mereka diminta untuk mencari dan mendata warga Asahan yang berada di Malaysia. Dalam proses pendataan dan pencarian itu sempat menggunakan uang pribadi mereka. Tak sedikit uang pribadi mereka yang keluar dalam tahap proses pendataan tersebut. Dirinya pribadi menghabiskan uang sebesar RM 7000 ringgit atau sekitar Rp 24 Juta dan teman lainnya sebesar RM 5000 Ringgit atau sekitar Rp 15 Juta rupiah.

Salah seorang staf kantor Bupati Asahan mengatakan bahwasaja uang mereka nantinya akan diganti. Melalui video call Staf dinas kantor Bupati itu mengaku atas nama Bupati Asahan akan mengganti uang mereka tersebut. "Ya udah pokoknya lakukan pendataan sebanyaknya. Kalau sempat terpakai uang pribadi nanti diganti di Asahan ", ungkap salah seorang staf Bupati Asahan itu.

Sementara itu, Kasi Penempatan Dinas Tenaga Kerja,Catur membantah kejadian tersebut. "Ah gak benar itu bang. Kalau setiap pengeluaran uang harus ada bukti autentiknya, kalau gak ada berarti gak benar,"ujarnya ketika dikonfirmasi melalui seluler, Jumat (24/7/2020)

Menurutnya, Pemkab Asahan bersedia membayar kalau jelas bukti penggunaannya. Apalagi, katanya uang yang dianggarkan dari APBD Asahan. Kadis Kominfo Asahan, Rahmat Hidayat Siregar S.Sos ketika dikonfirmasi, Jum'at (24/7/2020) membantah keras tudingan penipuan tersebut. Menurutnya, tidak benar Bupati Asahan atas nama Pemkab melakukan penipuan seperti yang dituduhkan.



Menurutnya Hidayat, dalam pemulangan para TKI pihak Pemkab bekerjasama dengan pihak ketiga yang berada di Malaysia. Yaitu lembaga yang memiliki badan hukum di Malaysia. Sedangkan, mereka (Indra dkk.red) diminta hanya melalukan pendataan dan bukan mengurus pemulangan. Dan kalaupun ada menggunakan uang harus jelas invoicnya dan dibuktikan dengan kwitansi pengeluaran uang.

Meskipun begitu, semua administrasi proses pemulangan para TKI tersebut pihak Pemkab telah menyerahkan sepenuhnya dengan Adispora Malaysia.  "Yah, kalaupun mau minta kepada pihak yang di Malaysia, jangan sama kita karena kerjasama dengan pihak ketiga ",ujarnya. (Arnes Arbain Abdullah)

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: