32 Tenaga Kesehatan di Puskesmas Berastagi Diduga Mangkir Dari Tugas Di Saat Pandemi Covid-19

Share it:


Karo, JournalisNews.com – Saat situasi kesehatan sedang dalam situasi genting untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman pandemi Covid-19. Ironisnya malah sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Berastagi, Kecamatan Berastagi tidak menjalankan fungsinya sebagai mana mestinya sebagai tenaga medis untuk melayani masyarakat bahkan mangkir dari pekerjaannya selama sepuluh hari berturut-turut.

Hal ini tentunya harus disikapi secara serius oleh Kepala Puskesmas sebagai penanggungjawab, agar manajemen dan pelayanan terhadap masyarakat dapat terselenggara dengan baik.

"Alasan mereka mangkirpun, saya tidak tahu. Hanya bilang tidak nyaman, saya gak mengerti maksud mereka tidak nyaman. Mulai dari tanggal 20 hingga 30 Juli tak masuk. Selama sepuluh hari berturut-turut," ujar Kepala Puskesmas (Kapus) dr. Rehmenda Sembiring kepada awak media, Kamis (29/07/2020) di Berastagi.

Dikatakannya, dengan mangkirnya 32 orang pegawai medis dan non medis. Membuat dirinya harus mengambil tindakan dengan menegur secara lisan. Namun teguran tersebut hanya dianggap angin lalu. 

"Saya sudah buat surat peringatan pertama dan kedua. Sebelumnya juga saya telah berikan surat pemanggilan. Itupun tidak diindahkan, sehingga saya wajib menyurati dinas kesehatan untuk melaporkan ketidakhadiran pegawai disini," terangnya.

Ia menambahkan, surat peringatan pertama dan kedua yang diterbitkannya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. "Saya sudah tiga kali melaporkan atau menyurati dinas kesehatan perihal ketidakhadiran pegawai tertanggal 25, 27 dan 30 Juli 2020. Sekaligus meminta agar dimediasi," beber dr. Rehmenda.

Begitu juga sambungnya lagi, surat peringatan yang diterbitkannya sesuai dengan aturan. Awalnya menegur secara lisan, kedua surat pemanggilan tertanggal 27 Juli 2020. Karena tidak diindahkan, sebut dr. Rehmenda, dan sudah lewat dari 7 hari berturut- turut absen. Surat peringatan pertama dan kedua langsung diterbitkannya tertanggal 30 Juli 2020.

"Saya selaku penanggungjawab Puskesmas, tentunya khawatir jika tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat. Karena sejumlah pegawai disini absen dari pekerjaannya," sebutnya mengakhiri. (Charles Sitanggang)
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: