2 Pelaku Curas Diringkus Polsek Patumbak

Share it:


Medan, JournalisNews.com - Dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang beraksi di halte bus Jalan Sisingamangaraja persis seputaran jembatan layang (fly over) Amplas, baru-baru ini diringkus personel Reskrim Polsek Patumbak.

Bahkan, satu pelaku mendapat ‘hadiah’ dari personel, satu butir peluru yang melukai betis kaki kirinya. Penangkapan kedua pelaku yang terbilang resedivis ini, dibenarkan oleh Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza. Lewat Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba menerangkan kronologis kasus tersebut, Kamis (9/8/2020).

Dikatakan, pihaknya mendapat laporan dari Josua Simbolon (29), warga Afdeling I Perkebunana Beringin, Kecamatan NA IX, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Mahasiswa ini mengaku menjadi korban perampasan dengan kekerasan disertai ancaman senjata tajam oleh 2 pelaku tatkala menunggu bus di halte bus seputaran bawah fly over pada pada Senin 22 Juni sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban saat itu didatangi pelaku dan menawarkan jasa untuk mencarikan bus yang hendak ditumpangi korban. Namun, korban menolak tawaran itu. Akibatnya, pelaku marah, seorang pelaku lalu mengeluarkan senjata tajam dan menodongkan ke perut korban. Sementara satu pelaku lainnya mecekik leher dan membogem wajah hingga korban tak berdaya. “Kedua pelaku mengambil paksa dompet berisi uang, ktp, kartu mahasiswa dan atm berikut handphone android,” ujar Iptu Philip.

Atas kejadian tersebut, katanya, korban langsung ke Mapolsek Patumbak untuk membuat laporan. Lanjut Iptu Philip, dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), hari itu juga, personel memperoleh identitas satu pelaku tengah berada di depan loket bis Sandra Prima Jalan Sisingamangaraja Medan.

Personel lalu meluncur ke tempat dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku yang belakangan diketahui berinisial ES alias Jawa (29), warga Jalan Bajak II Kebun Kopi, Patumbak.

“Dari interogasi Jawa, didapat info keberadaan teman dirinya saat melakukan aksi kejahatan, yakni MH alias Ego (30). di Jalan Sisingamangaraja samping P T Cosmos,” terang Iptu Philip.

Namun, ujar dia, proses penangkapan tidak berjalan mulus lantaran pelaku memberi perlawanan. Pun begitu personel sempat memberi tembakan peringatan tapi tak membuat pelaku menyerah. “Tindakan tegas terukur akhirnya dilakukan personel dengan menembak kaki kiri pelaku,” sebutnya.

Selanjutnya, penarik becak warga Jalan Garu III Gang Melati Kelurahan Harjosari, Medan Amplas diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk perawatan lukanya. Dari kedua pelaku pelaku ini disita 1 unit handphone milik korban dan pisau kuningan berikut obeng sebagai barang bukti, pihak kepolisian. “Kita jerat pelaku dengan pasal 365 ayat (1) ayat (2) ke 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun,” jelasnya. (Kadri)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: