Poldasu Berhasil Bongkar Peredaran Sabu, Jaringan Aceh-Palembang

Share it:


Medan, JournalisNews.com - Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs Martuani Sormin M.Si memimpin kegiatan Pres Release atas kasus penangkapan sabu-sabu seberat 4 Kg, dengan jumlah tersangka 4 orang, dan 1 orang yang di duga sebagai bos Narkoba tewas saat di lakukan penangkapan.

Pelaksanaan Pres Release sendiri di adakan di depan kamar jenazah Rumkit Bhayangkara TK II Medan, pada hari Sabtu, (18/04/2020) sekitar pukul 10.00 Wib. Selain Kapolda Sumut, dalam pelaksanaan Pres Release ini juga di dampingi Dir Narkoba Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Kabid Humas, Kabid Labfor dan Karumkit TK ll Medan.

Di hadapan awak media Kapolda Sumut memaparkan, Guna mengelabui petugas, saat ini modus baru yang di pakai para pelaku Narkotika sudah tidak memakai bungkus Teh Hijau Cina lagi, melainkan dengan menggunakan bungkus Kopi Gayo yang berasal dari Aceh.

"Untuk ke 4 pelaku, semuanya berasal dari Lampung, namun saat ini mereka menjadi jaringan aceh dan palembang. Sedangkan barang yang mereka bawa, di duga berasal dari Malaysia. Saat ini, ada 4 kg sabu yang berhasil di amankan Dit Narkoba Polda Sumut, dengan memakai kemasan Kopi Gayo Aceh,"papar Kapolda Sumut.

Kapolda Sumut kembali mengatakan, bahwa 1 orang tersangka meninggal dunia, dan 3 lainnya akan menjalani proses selanjutnya. Hal ini terpaksa di lakukan, sebab pada saat di lakukan penangkapan, tersangka melakukan perlawanan kepada petugas. Sehingga di lakukan tindakan tegas dan terukur.

" Sekaligus ini sebagai bentuk keseriusan Polda Sumut, bahwa akan menindak tegas siapapun yg mencoba bermain-main dengan barang haram ini. " sambung Kapolda Sumut.

Sedangkan, terkait Pasal yang akan di kenakan kepada para tersangka adalah, Pasal 114 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara paling ringan 6 tahun dan penjara paling lama 20 tahun.

Di kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin memohon kepada awak media, agar dapat membantu Kepolisian dalam mengedukasi masyarakat, agar nantinya masyarakat mau lebih waspada terhadap Narkotika.

Sebab, menurut Kapolda Sumut, saat ini Sumatera Utara tidak hanya menjadi tempat transit Narkotika, namun sudah menjadi pasar tempat pengedaran. Untuk itu, media harus bisa memberitakan apa saja yang berkaitan tentang bahaya Narkotika, serta penyampaian atas kinerja Polri, yang selama ini tidak main-main dalam memberantas Narkotika.

" Saya juga mohon dukungan dan support, agar kami bisa lebih banyak lagi mengungkap segala bentuk kejahatan Narkotika di Sumut. Dan mohon segera laporkan kepada aparat, apabila terdapat hal-hal yang memang mencurigakan. Lapor ke Kantor Polisi terdekat, agar di tindak lanjuti," harap Irjen Pol. Martuani

Di sela-sela kegiatan, Kapolda Sumut juga menyempatkan diri mewawancari langsung Ke 3 tersangka, dan dari keterangan ke 3 tersangka mengakui, bahwa bos pemilik Narkoba tersebut adalah salah satu tersangka yang tewas tertembak petugas, dan di dalam menjalankan aksinya, mereka mendapatkan upah sebesar Rp. 25 juta per orang, Pungkasnya. (Kadri)

Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: