Polres Asahan Mendalami Motif Lain Pembunuhan Gadis Pengutip Brondolan Sawit

Share it:


Kisaran, JournalisNews.com - Polres Asahan akan terus mendalami motif lain kematian gadis  pengutip brondolan sawit di tangan para centeng kebun itu. Para tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang periksa Unit Jatanras.

"Kita masih akan mendalami motif lain terhadap pembunuhan gadis di bawah umur itu. Namun, sementara ini motifnya para tersangka sakit hati karena korban mengeluarkan kata -kata kasar",ungkap Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK dalam konfrensi pers di Mapolres Asahan, Kamis (12/3/2020).

Dari hasil pemeriksaan sementara motif pembunuhan itu diduga karena sakit hati. Soalnya, korban telah berulangkali diingatkan agar tidak mengutip brondolan sawit diareal kebun milik PT. CSIL.

Saat ditegur, korban malah melawan dan mengeluarkan kata-kata makian. Akhirnya, para pelaku merasa kesal dan menganiaya korban hingga tewas. Sedangkan para tersangka berhasil diringkus setelah dua hari kejadian. Ketiga tersangka dibekuk petugas secara terpisah di tempat yang berbeda.

Kali pertama, petugas meringkus tersangka, RS (44) warga Dusun III Sei Paham dikediamannya. Dari pemeriksaan selanjutnya akhirnya polisi membekuk DA (38) dan RH (54) di kediaman masing-masing.

Kaki 'Mulus'

Sementara itu, kaki ketiga tersangka pembunuh anak gadis di bawah umur itu terlihat bersih atau mulus. Tak tampak sedikitpun tanda - tanda luka atau bekas tembakan selayaknya para penjahat.

Saat digiring dari ruangan sel tahanan ketiga tersangka berjalan sempurna. Dengan tangan diborgol ketiganya berjalan dengan langkah kaki yang biasa.

"Kita telah bertindak sesuai peraturan yang telah ditentukan.Tindakan tegas telah kita lakukan terhadap para tersangka dalam penanganannya,"ungkap Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto,SIK.

Ketika disinggung soal kaki ketiga tersangka yang 'mulus' karena tidak dihadiahi timah panas, dirinya mengaku pihaknya telah sesuai SOP dalam melakukan penanganan. Menurutnya, para tersangka ketika diamankan tidak melakukan perlawanan dan sangat kooperatif.



"Yang jelas kita telah sesuai SOP yang ditentukan dalam penanganannya. Yah! para tersangka sangat kooperatif saat diperiksa,"tegasnya.

Seperti diketahui, ketiga tersangka diringkus dua hari setelah melakukan pembunuhan. Pembunuhan itu dilakukan terhadap gadis di bawah umur Novita Sari Simbolon (14) Warhammer Dusun XIII Desa Perbaungan, Sei Kepayang Asahan.

Para tersangka merupakan petugas keamanan perusahaan perkebunan swasta PT  CSIL. saat itu korban sedang mengutip brondolan sawit yang berada di areal perkebunan swasta tersebut. (Arnes Arbain Abdullah)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: