Pemkab Sergai Gelar Konferensi Pers Terkait Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19)

Share it:


Serdang Bedagai, JournalisNews.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Ir. H. Soekirman diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Faisal Hasrimy, AP, M.AP mengatakan, penyebaran COVID-19 bukan hanya masalah nasional, namun juga telah menjadi masalah dunia.

Untuk memberikan kesejukan dan bentuk hadirnya negara di tengah - tengah masyarakat serta menyikapi isu yang berkembang baik secara nasional dan kedaerahan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah mengambil langkah - langkah strategis antara lain, sejak tanggal 14 Maret yang lalu telah dikeluarkan surat edaran terkait antisipasi penyebaran virus COVID-19 dengan membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai yang berperan aktif menyampaikan pesan - pesan yang baik dan benar kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak ragu, bimbang dan cemas.

"Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Sergai cukup kondusif dan belum terdapat data warga masyarakat yang teridentifikasi terpapar virus corona”.

Hal tersebut di sampaikan Faisal pada acara Konferensi Pers yang di gelar Pemkab Sergai Terkait Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) di Aula Literasi Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai di Sei Rampah, Rabu (18/3/2020)

Turut hadir pada acara tersebut, Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM, Kadis Kominfo, Drs. H. Akmal, AP, M.Si, Ketua Dewan Pendidikan Agus Marwan dan jajaran Dinas Pendidikan Sergai.

Faisal menambahkan, setelah dikeluarkan status Siaga Darurat Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) beberapa waktu lalu, maka untuk Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat juga ditetapkan status Siaga Darurat Covid-19 dan diharapkan masyarakat Sergai sampai seterusnya tidak ada yang terpapar virus tersebut," ucapnya.

Lanjut Faisal, hingga pada hari ini, mengingat perkembangan dan penyebaran COVID-19 yang semakin meluas dan memprihatinkan, maka melalui siaran pers ini disampaikan surat edaran Bupati Sergai Nomor 18.11/421/1604/2020 Tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Satuan Pendidikan yang berisi antara lain, pertama, meliburkan kegiatan belajar mengajar diseluruh satuan pendidikan PAUD, TK, MI,SD dan SMP/MTs mulai tanggal 19 Maret hingga 3 April 2020.

Ke dua, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap bertugas dan melakukan kegiatan gotong royong bersama membersihkan lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar terus dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi yang ada sehingga anak-anak tetap mendapatkan pengajaran yang diperlukan.

Ke tiga, agar kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, baik satuan pendidikan maupun kelompok masyarakat di hentikan untuk sementara waktu.

Ke empat, pelaksanaan US SD dan UNBK SMP  menunggu edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ke lima, menghentikan sementara waktu penggunaan mesin finger print untuk presensi kehadiran dan dilaksanakan secara manual.

Ke enam, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dilarang mengikuti kedinasan di luar daerah.

Ke tujuh, selama libur sekolah, Kepala Sekolah dan Guru - guru memfasilitasi pembelajaran siswa dalam jaringan (daring) dengan email maupun media sosial WhatsApp, Facebook atau Instagram.

Ke delapan, penilaian terhadap siswa dilakukan dengan metode penilaian penugasan dengan tidak melakukan tatap muka langsung.

Ke sembilan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengalami flu, pilek, demam dan batuk segera memeriksakan diri ke dokter atau puskesmas terdekat.

Ke sepuluh, sekolah menginformasikan kepada orang tua siswa agar tidak membawa siswa ke tempat keramaian dan keluar daerah jika tidak mendesak.

Hal ini disampaikan agar nantinya kita semua dapat memberikan kesejukan dan ketenangan, namun penuh kewaspadaan terhadap penyebaran virus Covid-19 ini sehingga dapat membantu kekondusifan daerah yang kita cintai ini," tutur Faisal.

Semua ini kata Faisal, tidak terlepas dari tindakan antisipasi jauh hari sebelumnya Dinas Pendidikan dengan program GCL (Green, Clean and Life) serta Program Gerappah (Gerakan Pelajar Peduli Sampah) dan membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang harus terus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.




Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM menuturkan, setelah terus memantau dan melihat perkembangan pelajar selama beberapa hari ini, maka langkah berikutnya akan segera di tindak lanjuti untuk disampaikan kepada seluruh PAUD, TK, SD/MI dan SMP/MTs mengingat terdapat 473 SD Negeri dan Swasta, 90 SMP Negeri dan Swasta dengan jumlah siswa SD 73.000, dan jenjang SMP terdapat 3.000 siswa, sedangkan TK/PAUD berjumlah 12.200 siswa.

"Untuk para Guru kata Joni Walker, tetap melaksanakan tugas dengan membersihkan lingkungan sekolah serta menyampaikan sosialisasi dan himbauan agar menjaga kebersihan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Kami juga berharap, nantinya Satpol-PP dapat mengamankan para siswa pada jam sekolah yang mungkin berada di lokasi rekreasi ataupun warung internet dalam rangka menyelamatkan anak bangsa yang akan menjadi penyelamat bagi seluruh bangsa ini," ujar Joni Walker. (Alfian Haris)

Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: