Maling Spesialis Kos Kosan Dipelor Petugas Reskrim Polsek Percut Sei Tuan

Share it:


Percut Sei Tuan, JournalisNews.com - Reskrim Polsek Percut Sei Tuan pelaku pencurian dengan pemberatan spesialis rumah kos-kosan kedua kakinya di tembak kepolisin di Jalan Kolam, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, hari Kamis (5/3) malam.

Tersangka atas nama Muhammad Fahri alias Mamek (20), warga Jalan Kolam, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kapolsek percut setuan kompol aris wibowo Sik melalui Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Luis Beltran SIK dan Panit Reskrim Ipda Toto Hartono SH, pada saat dikonfirmasi, wartawan hari Jum’at (6/3/2020) sore menjelaskan, penangkapan tersangka muhammad Fahri dan berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/396/K/II/2020/SPKT Percut, Senin 17 Febuari 2020, yang dilaporkan Muhammad Anggi Nasution.

Pada saat itu Anggi dan temannya Rahmad Syukur Harahap, yang merupakan seorang mahasiswa, bermalam di Kantor Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kampus Universitas Medan Area (UMA), Jalan Kolam, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan, pada sejak Minggu (16/2/2020) jam 12.30 Wib.

Pada keesokan paginya, Rahmad bangun pagi hendak membeli sarapan, namun dompetnya tak kelihatan. Padahal, ia memastikan kalau dompetnya itu disimpan di kantong celana yang tergantung di dinding kamar tersebut.

Karena iya merasa kehilangan, dia pun menanyakan kepada temannya Muhammad Anggi Nasution. Keduanya kemudian kaget ketika mereka mencari keberadaan dompet di sekitar kantor tersebut.

Pasalnya, tas merk Eiger yang berisi laptop serta dompet yang diletakkan di dapur kantor sekretariat juga sudah raib dan hilang. Kemudian keduanya pun sibuk mencari barang-barang lainnya. Dan selain laptop dan dompet, Anggi juga kehilangan jam tangan yang diletakkan di lantai kamar hilang juga.

Kedua mahasiswa mereka melapor ke Polsek Percut Sei Tuan. Kemudian Polisi dan langsung melakukan pemeriksaan para korban, dan saksi dan hasil penyelidikan di TKP tersebut.

Korban Muhammad Anggi Nasution kehilangan 1 buah laptop ASUS X550 VX, dompet yang berisi SIM C, ATM, Bank BPTN, KTP, KTM, Buku, STNK dan sepeda motor Honda Vario, kartu donor darah.

Sementara korban Rahmad Syukur Harahap kehilangan STNK sepeda motor Honda Beat, ATM BRI, ATM BNI, jam tangan, KTP, KTM dan uang tunai sebesar Rp.400 ribu,” Kata Reskrim Iptu Luis beltran.

Kemudian pada hari Kamis (5/3/2020) sekira pukul 19.00 WIB, Rekrim Polsek Percut Sei Tuan pada waktunya akhirnya mendapat informasi bahwa pelaku pencurian di kantor Sekretariat HMI tersebut adalah MF alias Mamek yang bertempat tinggal di Jalan Kolam Desa Estate.

Polisi Percut Se Tuan dan segera menuju rumah Mamek tak ditemukan di sana. Dan Setelah melakukan penyisiran, Mamek akhirnya di Jalan Letda Sujono, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan. Petugas Reskrim Percut Se Tuan dan langsung bergerak dan berhasil ditangkap .

Kemudian tersangka interogasi iya mengakui kalau laptop curian itu dijual kepada seseorang atas nama BB seharga Rp1.000.000 dia pernah juga mencuri di rumah kos kawasan Jalan Kolam,”kata kanit reskrim Iptu Luis Beltran.

Berdasarkan pengakuan tersebut, polisi percut se tuan dan kemudian melakukan pengembangan untuk mencari tersangka BB penadah dan barang bukti lainnya di kawasan Jalan Kolam, Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan.

Tersangka Mamek iya coba melakukan perlawanan dengan cara mendorong petugas kepolisian reskrim ingin melarikan diri. Polisi Percut Sei Tuan dan berusaha melakukan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali, namun pelaku tak diindahkanya.

Dan sehingga kita berikan tindakan tegas, terukur dengan menembak kedua kaki tersangka ini dan selanjutnya tersangka diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan medis, lalu kemudian diboyong ke kantor Polsek Percut Sei Tuan.

Dari penangkapan tersangka Mamek ini polisi percut se tuan dan mengamankan barang bukti berupa; 1 unit sepeda motor Honda Smash, BK 2346 KN, 1 jam tangan, sebuah dompet, 2 unit HP Nokia, celana jeans dan sepotong baju warna hitam, dan serta flashdisk berisi rekaman CCTV.

Hasil interogasi Reskrim Percut Se Tuan tersangka Mamek iya juga mengaku dia pernah mencuri Laptop dan HP merk Samsung, dari kos-kosan di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan Februari 2020 yang lalu.

Tersangka Mamek ini melakukan pencurian dengan pemberatan sepesialis rumah kos-kosan mahasiswa kemudian tersangka ini dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,”kata Kanit Reskrim Percut Sei Tuan Iptu Luis Beltran. (Kadri)
Share it:

Kriminal

Post A Comment:

0 comments: