Sukses Raih Gelar Doktor, Polwan Asal Tanah Karo Ingin Cari Terobosan Hukum Dalam Desertasi Lakalantas

Share it:

Batu Bara, JournalisNews.com - Sukses raih gelar Doktor, dengan nama asli Sarimin Pinem, kali ini berkeinginan mencari terobosan 'Hukum dalam Desertasi soal Lakalantas'.

Dilansir dari Tabloid Polmas Poldasu,
menyebutkan salut dengan usaha yang cukup ulet dari seorang Srikandi kepolisian yang aktif bertugas di Kabupaten Batubara ini. Dengan menjabat sebagai Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda), yang mampu meraih gelar Doktor di bidang Hukum dari Universitas ternama di Universitas Sumatera Utara (USU). Dengan meraih predikat  Cumlaude   istimewa. dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. 

"Ia diwisuda dengan gelar Doktor di Auditorium USU, Senin (24/2) baru lalu," ujar narasumber.

Kajian dalam Disertasi serupa kerap terekam mantan Kasatlantas Polrestabes Medan ini, selama kiprahnya di lapangan menjadi bahan telaah akademik yang menantang untuk di pecahkan dalam argumen sidang Desertasi dari para profesor di USU.
 

Sebagai aparat penegak hukum, polisi memang diharapkan untuk menegakkan hukum normatif.  Jika ada pengemudi kendaraan bermotor yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka, baik luka ringan maupun luka berat, atau meninggal dunia, diancam dengan sanksi pidana sebagaimana diatur Pasal 310 ayat UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ)," Terang mantan Kabag Sumda Polres Pelabuhan Belawan itu kepada Polmas dalam isi uraian Desertasinya.

Masih menurut polwan yang selalu humanis tersebut, ia juga menyebutkan di ayat 1 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp1 juta dan seterusnya. Sesuai dengan pasal tuntutan lainnya saat menjelaskan pada Polmas.

“Nah, pengalaman kami di lapangan, kasus lakalantas itu umumnya bukan unsur kesengajaan. Mungkin kelalaian ya… tetapi jarang karena disengaja. Dalam hal itu, semua pihak sebenarnya ‘korban’. Baik pelaku maupun korban sama-sama syok dan trauma,” kata Kompol Serimin Pinem, yang baru saja meraih gelar doktornya di Pasca Sarjana Hukum USU," jelasnya kepada wartawan, Rabu (26/2).

          Kompol Dr.Sri Pinem,SH,M.Kn diabadikan dengan penulis (foto,Abd Halil)

Sambungnya, kesimpulan dari uraian diatas, dari ratusan kasus lakalantas kategori ringan yang ditangani, paling hanya 2-3 kasus yang sampai ke pengadilan, Mengapa?

“Tujuan hukum itu kan ‘keadilan. Adil bagi siapa saja. Nah, berdamai pun kadang dinilai juga sebagai keadilan oleh kedua belah pihak. Berdamai di sini artinya menyelesaikan masalah dengan cara mediasi dan adanya restorative (ganti rugi),” jelasnya.

Karena seluruh penyidik serta pelaku dan korban lakalantas yang diwawancarainya, setuju jalan mediasi.

Istri dari AKBP (Pur) Darwin Sitepu ini pun mengajukan Disertasinya berjudul : "Alternatif Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan", dengan studi lakalantas di wilayah hukum Poldasu.

"Sungguh sejarah perjalan hidup yang luar biasa dalam kehidupan saya, saya berhasil mempertahankan Disertasinya, wanita dengan 1 melati di pundaknya ini lulus Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92. Ia diwisuda dengan gelar doktor di Auditorium USU, Senin (24/2) baru lalu," ujar manta Kanit Regiden Sat Lantas Polrestabes Medan itu.

“Saya berharap, Disertasi ini bisa menjadi terobosan hukum untuk kasus lakalantas di Indonesia. Harapannya, ada UU yang memperbolehkan kedua boleh pihak yang terlibat lakalantas untuk menyelesaikan lakalantas secara kekeluargaan, sehingga tidak wajib diproses hukum lagi,” katanya polisi wanita yang ramah ini, yang juga tercatat sebagai Dosen di UMA (Universitas Medan Area).

Terakhir, walau memiliki kesibukan yang luar biasa, akhirnya wanita tangguh itu pun mampu menyelesaikan studinya. Dan ia berharap akan dapat menyandang gelar Profesor kelak, sebagai cita - citanya menjelang Purnabakti dari Kedinasan Kepolisian Republik Indonesia.

Liputan : Abd Halil/Humas Polres Batu Bara
Share it:

Daerah

Post A Comment:

0 comments: