Polres Pelabuhan Belawan Lakukan PAM Proyek Tol Medan - Binjai

Share it:
          Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol H.Zonni Aroma Siregar,SH,MH saat memberikan keterangan pers terkait PAM pembangunan proyek Tol Medan - Binjai (Abdul Halil)

Medan Deli, JournalisNews.com - Demi memberikan pelayanan pengamanan terhadap kelancaran jalannya pembangunan jalan bebas hambatan (Tol) Medan - Binjai Seksi I, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek jajaran melaksanakan pengamanan (PAM) dengan mengerahkan 53 perdonil yang terdiri dari Satuan Sabhara, Intelkam, Reskrim, Lantas, dan Dokter Kesehatan (Dokes) Polres Pelres Pelabuhan Belawan.

Pengerahan sejumlah personil tersebut demi pengamanan (PAM) pembangunan jalan Tol Medan - Binjai Seksi I yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, yang baru - baru ini sedikit dilanda kisruhnya soal pembagian ganti rugi lahan masyarakat yang terkena pembangunan Nasional tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan Polda Sumut AKBP DR.MHD.R Dayan,SH,MH melalui Wakapolres Pelabuhan Belawan Kompol H.Zonni Aroma Siregar,SH,MH dengan didampingi Kabag Ops Kompol Mustafa Nasution,SH,MH, Kasat Sabhara AKP Hendry Sihotang,SH, Kasat Intelkam AKP Syahrial Siregar,SH, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari S,SH, Wakapolsek Medan Labuhan AKP Ponijo,SIP dan KBO Satuan Binmas Polres Pelabuhan Belawan Iptu Arjunsyah Hariono, kepada kru JournalisNews.com, Senin (17/2/2020) sekira pukul 1O.OO Wib.



Lebih rinci Mantan Kasubbid Penindakan Ditpolairud Polda Sumut itu menjelaskan, saat ini beberapa orang masyarakat menginginkan supaya lahan mereka diganti rugi, sementara bila diminta pembuktian masalah status hak kepemilikan yang mereka klaim sebagai lahan sah mereka, ternyata beberapa masyarakat tersebut tidak memiliki dokumen berupa surat yang sah, sebagai bukti alas hak kepemilikan lahan.

"Ada beberapa masyarakat yang menginginkan gati rugi lahan, namun mereka tidak memiliki dokumen surat berupa sertifikat, lebih tepatnya mereka itu (masyarakat) bisa disebut hanya sebagai 'penggarap lahan'. Namun intinya penggantian rugi lahan sudah dilakukanoleh team," beber Kompol Zonni Aroma dari wawancara dengan kru JournalusNews di lokasi proyek.




Ditambahkan Kompol Zonni Aroma, penggantian pengadaan tanah kepada pemilik lahan yang memiliki sertifikat terkait lahan ini, namun secara ketentuan bagi mereka yang hanya mempunyai alas hak untuk menerima ganti rugi. Dan lahan ini juga sudah diganti rugi.

Saat ditanya awak media, sampai kapan pelaksanaan pengamanan di lokasi pembangunan tersebut, Wakapolres Pelabuhan Belawan mengatakan  sepanjang pihak PT Hutama Karya sebagai pihak pengerjaan proyek.

"Sepanjang pihak PT Hutama Karya yang melaksanakan pengerjaan proyek merasa mereka tidak terganggu, Polres Pelabuhan Belawan hanya memantau, personil tetap ada dilokasi. Akan tetapi kalau ada gangguan dari masyarakat tentang pengerjaan ini tentunya kami dari pihak aparat akan segera memberikan pengamanan. Karena pengerjaan proyek ini ada target 3 bulan kedepan harus terselesaikan," beber Kompol Zonni Aroma.





Masih menurut orang nomor dua di jajaran Polres Pelabuhan Belawan itu, saat ditanya apakah dalam pengamanan kali ini sempat terjadi gesekan antara masyarakat dan petugas, Wakapolres Pelabuhan Belawan mengatakan pergesekan tidak ada, namun mereka (masyarakat) hanya menuntut tanaman - tanaman mereka supaya diganti rugi dari pihak PT Hutama Karya secara sosial. Seperti tanaman pisang dihitung lalu diganti, hanya tanaman - tanaman yang ada diatas tanahnya.

Yang terakhir dalam wawancaranya dengan kru media ini menyampaikan himbauan kepada masyarak yang bermukim disekitar proyek pembangun jalan tol Medan - Binjai itu agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban, jangan sampai terjadi konflik yang berakibatkan sara.

"Himbauan dari aparat keamanan, mari kita jaga situasi yang sudah kondusif ini, jangan sampai ada konflik - konflik. Kalau pun ada permasalahan yang belum terselesaikan silahkan menempuh jalur pengadilan, karena kita juga dilapangan ini mengharapkan agar pengerjaan proyek ini cepat terselesaikan. Terpenting jangan sampai ada bentrok - bentrok fisik yang sifatnya mengganggu kelancaran proyek ini," tutup Kompol Zonni Aroma dalam keterangan persnya.

Liputan khusus : Abdul Halil
Share it:

medan utara

Post A Comment:

0 comments: